Tuesday, 1 April 2014

Putri Ajudan Mursi Turut Ditangkap Atas Fitnah Spionase


Pada tanggal 29 Maret, putri dari Amin El-Serafy, ajudan Presiden Mesir terguling Mohammad Mursi, yakni Karima El-Serafy, ditangkap dalam penyergapan oleh polisi di rumah keluarganya di Kairo.

Menteri Dalam Negeri pemerintah sementara menuduh dia bersama dengan ayahnya membocorkan dokumen keamanan nasional ke luar negeri.

Karima saat ini tidak diketahui keberadaannya setelah polisi bertopeng menahannya dan mengambil harta benda dari rumah, demikian laporan worldbulletin.net.

Ayahnya saat ini juga berada dalam tahanan, tetapi keberadaannya juga tidak jelas. Ia ditahan di penjara Tora menurut pernyataan juru bicara  menteri dalam negeri pada 2 Desember. Pernyataan ini justru bertentangan dengan ucapan menteri sendiri yang mengatakan bahwa ia telah dipindahkan dari ke Al-Aqrab, penjara dengan keamanan maksimum pada 17 Desember.

Terlepas dari kenyataan bahwa Amin sudah di penjara, Kementerian Dalam Negeri Mesir menegaskan bahwa ia dan putrinya membocorkan informasi rahasia di luar negeri. Padahal Amin sudah ditangkap sejak kudeta militer terhadap Mursi.

Menurut Ikhwanweb, Karima juga tidak bisa menemui ayahnya sejak ia ditahan pada tanggal 3 Juli segera setelah kudeta yang dipimpin oleh Jenderal Abdal Fattah al-Sisi.(muslimdaily)

Ikhwan Melawan Para Raja Arab Penyembah Berhala Kekuasaan


Islam muncul sebagai kekuatan baru setelah ‘musim semi Arab’,  dan menjadi faktor penyebab para ‘Monarki Teluk’ menderita ketakutan sangat luar biasa, kemudian mereka membenci Jamaah Ikhwan Muslimin yang dianggap akan menciptakan destabilisasi di kawasan itu.

Jatuhnya secara tragis sekutu mereka yang sudah berkuasa puluhan tahun, seperti Ben Ali di Tunisia dan Hosni Mubarak di Mesir mengejutkan ‘Monarki Teluk’. Hal itu membuat mereka bertanya-tanya dan ingin mengetahui tentang masyarakat mereka sendiri. Apakah  memiliki potensi keberanian melakukan revolusi?

Bahrain, jelas, karena mayoritas masyarakatnya Syiah, dan mampu memberontak? Siapa lagi? Dalam masyarakat Sunni, terdapat Jamaah Salafi tidak  mungkin dianggap sebagai ancaman. Karena ideologi mereka melarang menentang atau memberontak pemimpin negara sebuah pemerintahan.

Menurut Jamaah Salafi melakukan protes adalah perbuatan dosa. Mereka berpendapat, tidak peduli apapun yang dilakukan para pemimpin, bahkan jika para pemimpin negara ‘Islam’ menjadi rusak atau bobrok, merampok uang negara dan memperbudak rakyatnya, pemberontakan tidak boleh dibiarkan terjadi.

Ideologi dan nilai-nilai yang tidak masuk akal ini hidup, dan terang-terangan digunakan memperbudak kaum Muslimin! Jamaah Salafi hidup dalam lingkungan yang luas, di negara-negara Arab seperti ‘gelembung’ busa di tengah lautan. Kelompok Salafi yang mendapatkan dukungan para ‘Monarki Teluk’, mereka diperbudak oleh diri mereka sendiri dengan cara menafsirkan Hadits dan Al-Quran, kemudian menyebarkan tradisi ketaatan kepada para ‘Monarki” secara mutlak.

Dengan demikian, dalam kalangan Sunni, terdapat kelompok Salafi, yang begitu luar biasa ketaatannya kepada para ‘Monarki’, dan melarang anggotanya menentang atau memberontak terhadap para penguasa, kelompok ini dikalangan Muslim di negara-negara Arab, mengenalnya sebagai kelompok Salafi ‘Murji’ah’.

Namun, sejak tahun l928, lahir Jamaah Ikhwanul Muslimin, yang didirikan oleh Hasan al-Banna, dan membangun gerakan yang sangat pekat dengan nilai-nilai Islam, dan dikenal dengan rumusannya, yaitu:

‘Allah tujuan kami, Rasul tauladan kami, Al-Qur’an undang-undang kami, Jihad jalan hidup kami, dan mati Syahid cita-cita tertinggi kami’.

Itulah doktrin dari Jamaah Ikhwan yang di rumuskan oleh Hasan al-Banna, dan sekarang membuat takut para ‘Monarki Teluk’, dan mereka merasa terancam.

Sebaliknya, kalangan  sekularis dan nasionalis gagal mengubah kehidupan rakyat Arab. Islam muncul sebagai kekuatan utama dalam kehidupan politik dan masyarakat yang dipelopori Gerakan Ikhwan.

Partai-partai sekuler kehilangan kursi di parlemen dan kehilangan daya tarik dalam masyarakat. Untuk orang-orang Arab dan Muslim, Islam bukan hanya agama, Islam nilai-nilai  budaya, dan merupakan ‘Golden Ages Islam’ (abad keemasan Islam), yang  tidak pernah hilang dari imajinasi bangsa Arab dan Muslim.

Selanjutnya, ‘Musim Semi Arab’ (Arab Spring) menunjukkan bahwa sekularis Mesir, Bahrain dan Saudi hanyalah corong rezim otoriter,  mereka kekuatan kaum fasis yang menyamar.  Di sisi lain, dikalangan orang Arab, mereka telah sampai kepada kesimpulan, seakan-akan Saudi atau Iran mewakili Islam politik yang mereka telah lama bermimpi  tentang itu.

Tetapi, Arab Saudi dan Iran itu, hanyalah bagian dari penjajah Barat dan Zionis, tidak memberikan sumbangan apapun bagi Islam, dan mereka menggadaikan aqidah dan keyakinan mereka kepada Zionis-Israel. Seperti sekarang ini, mereka ramai-ramai menghancurkan Jamaah Ikhwan.

Karena, Jamaah Ikhwan satu-satunya gerakan di negara-negara Teluk dan Timur Tengah, yang mengarahkan rakyatnya kepada perubahan, dan mengembalikan mereka tunduk dan patuh hanya kepada Rabbul Alamin. Bukan tunduk patuh kepada para ‘Monarki’, tetapi Ikhwan mengarahkan rakyat dan bangsa Arab hanya beribadah dan tunduk kepada Sang Pencipta.

Tindakan  menghukum negara kecil Qatar, karena dukungannya terhadap Jamaah Ikhwanul Muslimin di Mesir dan di tempat lain, di mana anggota terkemuka GCC , Arab Saudi bersama dengan UEA dan mengancam akan memblokade Qatar melalui darat dan laut,  kecuali Qatar memutuskan hubungan dengan Ikhwanul Muslimin, menutup Al Jazeera, dan mengusir ulama terkenal Yusuf al - Qaradawi, yang dikenal karena hubungannya dengan Ikhwan.

Ini adalah aspek yang paling ironis dan kejam dari sejarah Mesir bahwa mereka yang telah berkuasa di negeri Fir'aun kuno, belum memungkinkan lahir “Islam politik”, seperti yang diinginkan oleh Jamaah Ikhwan.

Sejak Gamal Abdel Nasser dan sampai hari ini. Ikhwan di Mesir terus dizalimi, dihancurkan, dan dibunuhi pengikutnya oleh para penguasa Arab. Karena para ‘Monarki’ itu, hanyalah para thaghut, dan kumpulan para penyembah ‘ilah’ yang berwujud kekuasaan, harta, dan kenikmatan dunia, sehingga mereka tidak memiliki izzah, dan akhirnya menjadi budak kafir musyrik, yaitu Yahudi dan Nasrani. (afgh/dbs/voa-islam.com)

TEHERAN : JIKA ASSAD JATUH MAKA HIZBULLAH DAN AL – MALIKI PASTI JATUH, DAN KAMI PUN PASTI JATUH!


Wakil Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran , Brigadir Jenderal Gholam Ali Rashid , mengatakan bahwa negaranya mendukung Suriah tanpa batas karena suria merupakan garda terdepan untuk mempertahankan Revolusi Iran dan Republik Iran . dia mengingatkan bahwa pada jatuhnya rezim di Suriah itu berarti awal dari penyerangan terhadap Iran , dan menyeretnya menuju perang terbuka yang tidak terkirakan .
Rashid mengatakan bahwa pembentukan ” kekuatan pertahanan nasional” di Suriah datang atas dasar rekomendasi dari komandan Qods Force, Mayor Jenderal Qassem Soleimani dan di bawah pengawasan unit yang terletak di wilayah Suriah untuk memberikan nasihat kepada rezim Assad .

Dan ” pasukan pertahanan nasional ” berkontribusi untuk kemenangan lapangan dan mengamankan tempat-tempat sensitif yang sangat mirip dengan kekuatan relawan besar ” al-Basij ” dari Garda Revolusi Iran , dan mengambil pengalamannya selama perang dengan Irak .
pejabat Iran dalam sebuah pidato di kota , ” Dezful ” , barat daya Iran , berbicara pada ulang tahun perebutan kota dari pasukan Irak dalam hari-hari ini pada tahun 1982 setelah dimasukinya pada awal perang September 1980, dia mengatakan: ” telah terbentuk Angkatan Pertahanan Nasional di Suriah , Hal ini mirip dengan pasukan al-Basij berdasarkan rekomendasi dari pasukan Quds . ”
Pasukan al-Quds adalah lengan Luar bagi Pengawal Revolusi Iran , yang mana Iran telah mengerahkan beberapa unit , hari Kamis untuk pertama kalinya , di sepanjang perbatasan dengan Pakistan untuk melakukan operasi menargetkan gerakan ‘ Jaisy al-Adl suku ‘ Balochi yang Sunni yang dekat dengan al-Qaedah , dan melacaknya di Pakistan jika perlu .

Wakil dari Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran menegaskan : ” Tidak ada keraguan bahwa setelah jatuhnya Bashar al – Assad, akan difokuskan pada Lebanon dan Hizbullah , kemudian mereka datang ke Irak yang diperintah oleh pemerintah Syiah . ”

Pejabat Iran menambahkan bahwa rezim Suriah memiliki beberapa kelemahan bahwa pemerintahnya milik Partai Baath , namun pelanggaran (kejahatan) pemerintah Suria itulah yang membantu menguatkan perlawanan.
Selain Hizbullah Lebanon, kekuatan Garda Revolusi mengajukan bantuan kepada kelompok ” Liga Orang Benar / Ashaib Ahlul Haqq” milik Syiah Irak, ” yang mengirimkan militan Syiah Irak ke Suriah untuk berjuang bersama pasukan pemerintah dan ” kekuatan pertahanan nasional” dalam menghadapi kelompok-kelompok bersenjata sunni .

http://www.alrashead.net/index.php?prevn&id=6503&typen=2

Prabowo Subianto Justru Keturunan Kapiten yang Basmi Pangeran Diponegoro


Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto yang mengendarai kuda saat kampanye terbuka di Stadion Gelora Bung Karno Jakarta, Minggu (23/3/2014), menyisakan sebuah kesan kuat.

Setelahnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, menyebut Letnan Jenderal (Purn) Prabowo Subianto itu keturunan Pangeran Diponegoro.

Menurut Basuki, hal itulah yang melatarbelakangi Jenderal Prabowo melakukan ritual berkuda sembari menyelipkan keris di bagian depan tubuhnya pada kampanye akbar Partai Gerindra.

Aksi itu cukup menyolok dan mengundang penasaran mengapa Prabowo melakukannya.

"Beliau memang keturunan Pangeran Diponegoro. Kalau gue yang pakai keris, baru bingung ntar lu," kata Basuki di Balaikota DKI Jakarta, Senin (24/3).

Benarkah Prabowo Subianto ini keturunan sang pangeran pengobar Perang Jawa (1825-1830) itu? Bukankah ia juga punya darah Minahasa dari garis ibunya, Dora Sigar.

Penelusuran Tribun sepanjang pekan lalu ke sejumlah narasumber di Yogya maupun Manado dan Minahasa, kampung halaman Dora Sigar, menemukan data dan fakta menarik.

Ada semacam paradoks pada diri Prabowo secara historis, berdasar riwayat keluarganya. Dari Langowan, kota kecil di Minahasa Utara, diperoleh informasi di tubuh Prabowo dan saudara- saudaranya masih mengalir darah Benyamin Thomas Sigar alias Tawajln Sigar.

Kapiten Langowan
Siapakah dia? Tawajln Sigar ini tetua keluarga di Langowan, yang pernah menjadi kapiten ketika pasukan Tulungan atau pasukan bantuan (hulptroepen) dari suku-suku di Minahasa dikirim ke Jawa untuk membantu memadamkan perlawanan Pangeran Diponegoro.

Pengiriman hulptroepen dari Minahasa dilakukan dua gelombang. Pertama pada tahun 1826, dan kedua pada 1829.

Kapiten Tawajlin Sigar diberangkatkan di gelombang kedua, di bawah pimpinan Mayor Tololiu Herman Willem Dotulong, tokoh utama pasukan Tulungan.

Bode Grey Talumewo, peneliti muda dan pengumpul data sejarah Minahasa kepada Tribun meyakinkan, Prabowo Subianto merupakan turunan kelima dari Kapiten Langowan, Benyamin Thomas Sigar. Dialah yang ikut membantu Dotulong selama tugas di Jawa.

Bode menjelaskan, turunan Benyamin Thomas Sigar yakni Bastian Sigar yang memiliki anak Laurents T Sigar, Kepala Walak Langowan.

Anak Laurents diberi nama Philip Sigar yang tak menjabat apapun. Dari Philip lahirlah Philip LF Sigar.

Philip inilah yang merupakan ayah Dora Sigar, ibunda Prabowo dan saudara-saudaranya. Dora Sigar yang dibawa ayahnya ke Utrecht, Belanda, bertemu Prof Dr Soemitro Djojohadikusumo di negeri itu, mereka kemudian menikah.

Philip LF Sigar ini pribadi yang cemerlang. Ia pernah menduduki jabatan Sekretaris Karesidenan Manado (1922-1924), sebelum ditugaskan ke Bandung, Jawa Barat. Ayah Dora Sigar ini menjadi orang Indonesia yang menduduki jabatan tinggi dam strategis di jaman Hindia Belanda.

"Dora Sigar kemudian bertemu dengan Soemitro di Belanda. Saat itu Soemitro kuliah di Belanda. Dari keduanya kemudian lahirlah Prabowo Subianto dan saudara-saudaranya," kata Bode yang kini mengumpulkan data sejarah pemimpin perang era Minahasa lama.(yahoo)

PM Inggris Perintahkan Tinjau Kegiatan Ikhwanul Muslimin


PERDANA Menteri Inggris David Cameron telah menugaskan untuk meninjau kegiatan Ikhwanul Muslimin di Inggris. Hal tersebut dilaporkan pada hari Selasa (1/4/2014) siang tadi. Inggris dikabarkan akan meninjau dan memeriksa ideologi dan kegiatan kelompok, serta kebijakan pemerintah Inggris terhadap kelompok tersebut.

Ikhwanul Muslimin adalah organisasi politik Mesir, di mana Kairo telah menyatakan Ikhwanul Muslimin sebagai kelompok teroris.

Laporan pers baru-baru ini telah melaporkan bahwa anggota Ikhwanul Muslimin telah pindah ke London untuk melarikan diri dari tindakan keras di Mesir.

“Perdana menteri telah menugaskan untuk meninjau secara internal pemerintah ke dalam ideologi dan kegiatan Ikhwanul Muslimin dan kebijakan pemerintah terhadap organisasi,” seorang juru bicara kementerian mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Peninjauan dikabarkan sedang dipimpin oleh Sir John Jenkins, duta besar Inggris untuk Arab Saudi, yang telah menyatakan Ikhwanul Muslimin sebagai organisasi teroris.

Jenkins mengatakan ada kemungkinan Ikhwanul Muslimin akan ditambahkan ke daftar kelompok yang dilarang oleh Inggris untuk koneksi teroris. [ds/islampos/worldbulletin]

Israel Putus Harapan Saksikan Kemenangan Erdogan di Turki


Sejumlah pengamat Zionis mengatakan, kemenangan partai Keadilan dan Pembangunan dalam pemilu lokal akan berpengaruh pada semakin kerasnya sikap Turki terhadap entitas Zionis.

Seperti dilansir stasiun chenel 2 Zionis dari berbagai sumber pejabat politisi Zionis. Mereka beranggapan, Erdogan akan mengarahkan siapnya pada perlakuan keras terhadap Israel. Karena ia sangat ingin menghancurkan dasar-dasar hubungan politik dan keamanan yang yang sebelumnya terbina antara Tel Aviv dengan Ankara. Secara pribadi ia adalah radikalis. Keyakinan agamanya mendorong untuk memusuhi kita. Dan kebencian ini terus bertambah dari waktu ke waktu.

Sementara itu, mantan dubes Zionis Bugas Besmot mengatakan, kemenangan Erdogan dalam pemilu distrik merupakan referendum bangsanya terhadap pemerintahanya. Karena partai AKP Erdogan belum pernah kalah sejak tahun 2002 lalu. Maka kemenangan demi kemenangan yang diraih AKP menghantarkan Erdogan ke tampuk kepemimpinan Turki Agustus lalu.

Erdogan adalah penanggung jawab dari pertumbuhan ekonomi Turki antara tahun 2002 hingga 2012. Ia bisa mengungguli standarisasi yang ditetapkan guna bergabung dalam organisasi kerjasama OECD. (asy/PIP)

Pengamat: Success Stories Erdogan di Balik Kemenangan AK-Parti dalam Pemilu


Kalangan pengamat ekonomi memandang bahwa prestasi dan keberhasilan Erdogan dan AK-Parti dalam menjaga stabilitas ekonomi sejak memimpin pada tahun 2002 adalah kunci di balik kemenangan AK-Parti pada pemilu lokal yang dilaksanakan Ahad (30/3/2014) kemarin lusa.

Pakar ekonomi pada Bank Standard di London, Timothy Asch, mengatakan bahwa kemenangan AK-Parti dalam pemilu kemarin lebih disebabkan oleh success stories yang ditulis Erdogan selama 12 tahun memimpin Turki. Di antaranya turunnya angka pengangguran, naiknya taraf hidup, terciptanya stabilitas ekonomi, dan juga politik yang mendukung iklim investasi luar negeri.

Asch memperkirakan bahwa hasil pemilu ini akan sangat mempengaruhi dunia ekonomi di Turki. Diperkirakan nilai tukar Lira akan naik, dan jumlah investasi asing akan bertambah. Hal itu karena politik yang stabil pasca pemilu.

Sedangkan pakar ekonomi di Capital Economics di London juga, William Jackson, memandang bahwa keberhasilan AK-Parti dalam pemilu kemarin disebabkan pertumbuhan ekonomi yang dialami Turki.

Menurut data yang dikeluarkan lembaga sensus Turki, angka pertumbuhan ekonomi Turki tahun 2013 naik 4% dari tahun 2012. Pertumbuhan ekspor antara bulan Februari 2012 hingga Februari 2013 juga mengalami pertumbuhan 6.2% lebih besar dari tahun sebelumnya. (msa/dakwatuna/anadolu)