Showing posts with label Renungan. Show all posts
Showing posts with label Renungan. Show all posts

Monday, 14 April 2014

Bangsa Indonesia Terlalu Sering Ditipu Media Massa


 APA yang kita saksikan sekarang ini berupa Euforia Jokowi bukanlah kejadian pertama dalam kehidupan bangsa kita. Kita sudah sangat sering mengalami gegap-gempita pemberitaan semacam itu. Hasilnya, kita ditipu, ditipu, dan kembali ditipu. Para penipu girang karena mendapat uang, bonus, honor, insentif, dan seterusnya. Sedang sebagian besar rakyat menderita akibat semua penipuan itu.
Pangkal masalahnya ialah karena bangsa kita mudah lupa, gampang ditipu, dan manut saja mengikuti apapun yang diberitakan media. Mereka tidak memiliki nalar kritis, sikap mandiri, atau kedaulatan sikap sebagai manusia merdeka. Para ahli sering mengatakan keadaan ini dengan ungkapan, the short memory lost. Bangsa kita begitu mudah lupa terhadap kejadian-kejadian yang belum lama terjadi.
Kondisi ini lalu dimanfaatkan oleh kaum Virus Bangsa untuk mengelabui rakyat ini, membodoh-bodohkan mereka, menipu, menindas, dan mengeksploitasi sedalam-dalamnya. Para virus bangsa itu adalah: media-media massa, para pengamat politik, para politisi, para akademisi bayaran, lembaga surve order minded, dan sejenisnya. Mereka ini disebut virus bangsa karena memang tidak memiliki rasa belas kasihan sama sekali atas nasib ratusan juta anak bangsa yang menderita akibat semua kelakuan mereka. “Selagi Gue bisa happy-happy, bodo amat dengan rakyat. Emang mereka mikiran Gue?” Begitulah ungkapan tidak tahu malu yang sering menjadi motto kehidupan mereka.
Sampai batas tertentu, para penipu atau virus bangsa itu sampai meyakini hal-hal semacam ini:

    “Zaman sekarang yang penting duit, duit, duit Bos. Sudahlah gak usah munafik. Kamu suka duit juga kan. Kalo punya duit kamu bisa main cewek, bisa makan di restoran mahal, bisa pelesir ke luar negeri, bisa belanja barang-barang branded. Kamu juga nanti dipuja-puja keluarga besarmu, disebut orang sukses. Kamu dielu-elukan almamatermu, didaulat memberi orasi ilmiah, diminta mengisi pengajian tentang hikmah Maulid Nabi. Kamu terhormat, mobil minimal Camry, punya kans jadi politisi Senayan, punya banyak fans, porto folio diterima baik oleh bank, dan sebagainya. Maka itu, sudahlah, tidak usah munafik. Dalam hidup ini jangan alim banget. Jangan saleh banget. Kalau mau sukses, kamu harus berani kejam. Kamu harus berani memakai manajemen mafia. Rakyat itu bodo-bodo, sampah, tak berguna. Jalan termudah jadi orang keren, hebat, happy-happy adalah menjual nasib rakyat dan bangsa. Persetan dengan cinta tanah air. Persetan dengan agama. Persetan dengan dosa-neraka. Aku tak peduli. Yang penting happy, happy, happy forever forever.”

Orang-orang begini inilah yang telah sekian lama membuat bangsa ini menderita, susah hidupnya, melarat terus, kezhaliman merata, korupsi menggurita. Ya karena kaum virus bangsa ini sangat banyak, ada di mana-mana. Mereka hidup sehari-hari seperti binatang. Tidak ada nikmat ruhani sedikit pun dalam jiwanya. Semakin bertambah syahwat yang mereka reguk, semakin menderita jiwanya. Mereka telah melupakan Allah, lalu Allah pun membuat mereka lupa pada dirinya sendiri. Na’dzubillah wa na’udzubillah min dzalik.
Apakah Anda pernah menyangka, merasa, atau menduga, bahwa kehidupan ini sepenuhnya berada dalam kendali manusia-manusia moral rendah sejenis itu? Apakah mereka berkuasa atas alam kehidupan ini? Apakah mereka bisa menunda kematian atau memperlama kehidupan? Tidak sama sekali. Mereka hanyalah obyek kehidupan. Segala hal tetap dan pasti di Tangan Allah Ta’ala.
Manusia-manusia durjana itu bisa senang-senang, tertawa ngakak, dan terus menipu manusia, karena belum habis jatah nikmat bagi mereka. Pintu-pintu hedonisme terus terbuka sampai habis jatahnya. Kalau sudah habis…hendak bersembunyi ke mana pun mereka akan dikejar oleh tentara-tentara Allah (para Malaikat-Nya). Itu hanya menanti waktu saja.
Oh ya, mari kembali ke topik semula, rentetan panjang penipuan publik yang biasa dilakukan kaum virus bangsa: media massa sekuler, pengamat politik, politisi busuk, akademisi bayaran, surve abal-abal, dan sejenisnya. Di sini kami ingin kembali ingatkan fakta-fakta sejarah yang sudah banyak dilupakan bangsa ini. Intinya, gegap gempita pencitraan Jokowi saat ini, ia bukan pertama kali terjadi. Itu sudah sering dan sering terjadi.
Mari kita buka fakta sejarah satu demi satu.
[1]. Tahun 1997 Soeharto menghadapi Krismon. Dia ingin menempuh solusi Krismon secara mandiri. Tapi media-media massa dan para pengamat ekonomi terus berkoar-koar: “Minta bantuan IMF! Minta bantuan IMF! Ini sangat darurat. Tidak ada jalan lain, minta bantuan IMF!” Begitulah teriakan media-media dan para pengamat. Akhirnya Soeharto menyerah. Dia tak sanggup hadapi tekanan opini media. Soeharto pun minta bantuan IMF sehingga ditanda-tangani LoI. Setelah LoI disepakati, ekonomi Indonesia ancur-ancuran, sampe sekarang. Direktur IMF sendiri dengan bangga mengklaim, bahwa dirinyalah yang telah menghancurkan Soeharto.
[2]. Tahun 1998 terjadi demonstrasi massal di seluruh Indonesia. Penggeraknya para mahasiswa kampus. Para demonstran didukung penuh oleh semua media, politisi, pengamat. Mereka serukan: “Soeharto mundur! Soeharto mundur! Gantung Soeharto!” Puncaknya pada Mei 1998 terjadi kerusuhan besar di Jakarta. Akhirnya Soeharto pun menyerah, dia mundur. Sejak Soeharto mundur, masuklah bangsa Indonesia ke era Reformasi. Faktanya, sejak masuk zaman Reformasi, kehidupan rakyat Indonesia tidak lebih baik.
Sedikit komparasi data, biar anak-anak muda zaman sekarang tahu. Waktu itu harga beras termahal sekitar Rp. 1000/kg. Sekarang harga beras standar Rp. 10.000/kg. Harga bensin di era Soeharto sekitar Rp. 700,- per liter, sekarang hampir Rp. 7000,- per liter. Di era Soeharto listrik murah, biaya sekolah murah, buku paket diberikan/dipinjami oleh negara, biaya obat/klinik juga murah, mencari pekerjaan mudah, jenjang karier PNS/TNI/Polri jelas dan stabil. Jauh sekali dengan kondisi saat ini. Di era Reformasi, rakyat berpolitik secara bebas, tapi kehidupan sosial kaliren (sengsara).
[3]. Tahun 1999 Presiden BJ. Habibie mau ikut pencalonan sebagai presiden. Beliau baru memimpin menggantikan Soeharto sekitar 1,5 tahun. Melihat kenyataan itu media-media, pengamat, politisi, sepakat mengeroyok Habibie. “Jangan Habibie. Dia koruptor. Dia anak emas Soeharto. Pokoknya jangan Habibie.” Banyak sekali seruan untuk menghadang Habibie. Padahal dia terbukti berhasil mengendalikan kondisi bangsa setelah diamuk Krisis Moneter. Alhasil Habibie tak bisa menjadi presiden lagi karena dibarikade oleh kaum virus bangsa. Yang terpilih justru Gusdur. Namanya Gusdur, sudah lumpuh, buta, kontroversial, tak punya pengalaman memimpin negara. Akibatnya negara morat-marit gak karuan. Nyaris negara ini hancur kalau Gusdur lebih lama memimpin. Padahal media-media massa, pengamat, politisi, akademisi, dan sejenisnya itulah yang sebelumnya mengelu-elukan citra Gusdur. Terbukti, dia tak bisa apa-apa. Habibie yang berkualitas ditolak, Gusdur yang gak bisa apa-apa didaulat menjadi pemimpin.
[4]. Kondisi yang mengitari Jokowi saat ini mirip sekali seperti kondisi menjelang Pilpres 2004.  Waktu itu media-media massa, pengamat, politisi, akedemisi kacung sepakat mengelu-elukan SBY. “SBY harapan baru indonesia. Orang ini hebat. Santun, tegas, cerdas. Kasihan dia dizhalimi Megawati. Indonesia akan maju di tangan SBY. I love U full.” Begitulah segala puja dan puji mendukung SBY. MetroTV termasuk yang amat “I love U full” ke SBY. Ini semua terjadi karena SBY sudah direstui oleh jaringan pengusaha China asal Medan-Jakarta-Surabaya. Apa akibatnya setelah SBY jadi Presiden? Luar biasa, baru saja memimpin Indonesia “diberi hadiah” Tsunami terbesar sedunia. Dan rentetan bencana seolah tak ada habisnya di tangan orang ini. Tahun 2005 SBY naikkan BBM lebih dari 100 persen. Rakyat semua megap-megap.
[5]. Tahun 2009 SBY mencalonkan lagi. Sebenarnya potensi SBY kalah sangat besar, karena kepemimpinan dia selama 2004-2009 sangat menyengsarakan. Tapi SBY cerdik, dia pandai memanfaatkan media dan lembaga-lembaga surve untuk memenangkan citra. LSI, Saiful Mujani, Deny JA. termasuk yang sangat agressif mendukung SBY. Media-media TV juga terus mengelu-elukan SBY. SBY juga memainkan instrumen BLT untuk merebut simpati rakyat. Dan dia juga masuk ke sistem kalkulasi online KPU. Sistem software KPU inilah yang sangat mengancam proses pemilu secara jujur. Setelah SBY jadi presiden lagi, penderitaan rakyat semakin panjang dan lama. Selain itu banyak terkuak kasus-kasus korupsi yang melibatkan elit-elit Demokrat.
[6]. Ada kejadian sangat aneh sekitar tahun 2008-2009, yaitu Mega Skandal Bank Century. Ketika itu SBY, jajaran menterinya, Boediono, para pengamat ekonomi UI, dan media-media partner secara intensif menipu publik: “Kalau Bank Century tidak diberi bailout, nanti akan menyebabkan dampak sistemik. Waktu itu sedang terjadi Krisis Global.” Padahal nilai aset Bank Century tidak ngaruh dalam industri perbankan nasional. Kalau pun bailout itu dibenarkan, mengapa dana talangan yang semula disepakati sekitar 600 miliar membengkak sepuluh kali lipat menjadi 6,7 triliun? Bahkan pencairan yang triliunan rupiah itu dilakukan di hari Sabtu dan Minggu, tanpa melapor Wapres (Jusuf Kall)? Tetapi SBY dan media-media partner terus berkilah “dampak sistemik”. Ya begitulah, rakyat terus ditipu, ditipu, dan ditipu lagi.
[7]. Media-media massa, pengamat, akademisi, politisi, juga berperanb sangat kuat dalam menggulirkan opini seputar Bibit-Chandra (dua ketua KPK). Waktu itu keduanya sedang berhadapan dengan Susno Duadji. Media mengangkat isu “Cicak Vs Buaya”. Semua media waktu itu sepakat berdiri di belakang Bibit Samad dan Chandra Hamzah. Keduanya menyebut istilah “kriminalisasi KPK”. Alhasil kedua pimpinan KPK mendapat dipensasi hukum. Mereka tidak diadili atas tuduhan apapun. Padahal menurut Muhammad Nazaruddin, Chandra Hamzah pernah datang ke rumahnya, lalu menerima titipan uang. Terbukti kemudian pengakuan Nazaruddin sering terbukti di persidangan. Media-media massa dan pengamat begitu bernafsu membela Bibit-Chandra, sampai mereka lupa bahwa SBY sudah melakukan campur tangan hukum dengan membentuk tim pencari fakta. Itu pelanggaran tatanan kenegaraan.
[8]. Ingatlah saat pergantian Ketua PSSI, Nurdin Halid. Kami tak butuh apapun dari masalah sepak bola ini. Hanya ingin mengingatkan betapa bodohnya bangsa ini ketika ditipu media terus-menerus. Waktu itu media massa terus-menerus mendesak agar Nurdin mundur, diganti orang lain. Katanya, “Kalau Nurdin mundur, beres semua masalah PSSI.” Aksi-aksi suporter bola terjadi dimana-mana. Mereka menuntut Nurdin Halid mundur. Begitu hebohnya sampai sebagian bonek asal Surabaya sengaja membuat kemah di Senayan, di depan sekretariat PSSI. Lalu apa yang terjadi setelah Nurdin mundur? Apakah PSSI semakin solid? Apakah urusan sepak bola Indonesia semakin hebat? Ya semua sudah tahu, pengurus PSSI malah pecah dan saling menghujat. Kompetisi PSSI terbelah dua, LSI dan LPI. Konflik semakin tajam. Nasib PSSI tambah runyam. Sampai saat ini, akibat konflik itu masih ada.
[9]. Terkait perkembangan dakwah Islam. Media-media massa, para pengamat, politisi, akademisi, pejabat, dan seterusnya sepakat mengelu-elukan dai kondang, Aa Gym. Semua TV punya siaran terkait Aa Gym. Kalau bulan Ramadhan tiba, Aa Gym menjadi “raja media”. Aa Gym disukai karena: tak pernah bilang “orang kafir”, tak pernah bilang “orang sesat”, tak pernah bilang “Syariat Islam”, tak pernah menyinggug perasaan penganut agama lain, dan seterusnya. Tetapi ketika Aa Gym ketahuan melakukan poligami, seketika itu dia dihujat, dihajar habis, dikuyo-kuyo sampai tandas, dizhalimi sedalam-dalamnya. Alhasil Aa Gym merasa “sakit hati” dan tidak seramah dulu ke media-media massa. Masyarakat sebagai pengagum Aa Gym pun tinggal mengikuti saja. Apapun yang dikatakan media massa, mereka amini. Media bilang A, ya diikuti A; media bilang merah, diikuti merah; media bilang ‘kacau’, rakyat pun ikut berseru ‘kacau’. Kok gak meras malu ya…
[10]. Tahun 2012 Jokowi-Ahok jadi kandidat Gubernur DKI. Media-media, pengamat, politisi, juga ramai-ramai dukung keduanya agar jadi gubernur DKI. Semua sepakat Jokowi-Ahok harus gusur “kumisnya” Foke. Hanya beberapa lama setelah terpilih jadi gubernur, Jokowi keteteran. Ahok kerjaannya marah-marah mulu, seperti orang stress. Dan lebih parah lagi, Jokowi akhirnya lebih banyak bekerja untuk PERSIAPAN JADI PRESIDEN, bukan bekerja membereskan masalah DKI Jakarta. Lha, orang ini katanya jujur, amanah, rendah hati, tidak neko-neko; tapi justru kemaruk jabatan. Satu belum kelar, sudah nafsu ingin jabatan lain. Kata orang Sunda, ngurauk ku siku. Mau merengkuh apa saja dengan sikunya, karena saking rakus.
Sampai di sini kita jadi paham, bahwa memang rakyat kita begitu mudah dibodoh-bodohi. Sedangkan kaum cerdik-cendekia, para ilmuwan dan terpelajar, sibuk menyelamatkan urusan ekonomi masing-masing. Mereka tak berani turun ke landasan untuk mencerahi masyarakat. Untuk menyalakan suluh kebenaran. Mereka bersembunyi di balik segala kemapanan dan keenakan hidup yang sudah dinikmati.
Media-media massa, pengamat, politisi, akademisi bayaran, dan seterusnya mereka terus-menerus berdzikir dengan kata-kata: “Demi Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika.” Tapi kelakuan mereka busuk. Moral mereka lacur. Mereka gadaikan kehidupan rakyat dan bangsa, demi memenuhi syahwat hedonismenya. Kaum virus bangsa itu tak henti-hentinya menipu, menipu, menipu, dan menipu rakyat yang kebanyakan pelupa dan tidak kritis.
Ya Allah ya Rabbi, sampai kapan negeri ini terus dikuasai para penipu, penjilat, dan pengkhianat? Ya Allah haturkan ke tengah kami belas kasihan atas nasib berjuta saudara-saudara kami. Mereka manusia, mereka berharga, mereka punya kehidupan. Ya Allah ya Rabbi, selamatkan kami dan bangsa ini dari segala tipu daya para setan berwujud manusia. Ya Rabbana atina fid dunya hasanah wa fil akhirati hasanah, wa qinaa adzaban naar. Amin Allahumma amin.
Salam hormat, kasih sayang, dan peduli bagi sesama anak bangsa yang lemah, tercecer, dan menderita. Haraplah kepada Allah Rabbul ‘alamiiin, ada masa depan baik menantimu, Saudaraku.
Walhamdulillahi Rabbil ‘alamiin.
Oleh: AM. Waskito, Penulis Invasi Media Melanda Kehidupan Umat

Video Mengharukan, Ketika Kebaikan Berbalas 30 Tahun Kemudian


Sebuah video inspiratif beredar di media sosial. Video ini mengisahkan tentang seorang anak kecil yang mencuri obat di apotek. Saat ia diusir pemilik apotek dan diomeli karena ketahuan mencuri, seorang pria penjual sup menyelamatkannya. “Apakah ibumu sakit?” tanya pria itu, dijawab anggukan sedih si bocah. Pria itupun membayar obat tersebut dan menyerahkannya pada si anak, disertai sebungkus sup buatannya.

30 tahun kemudian, pria dermawan itu jatuh sakit. Biaya operasi dan perawatannya mencapai 792.000 baht (sekitar Rp.280 juta). Mereka tak punya uang sebanyak itu, walau berniat menjual warung supnya. Anak perempuan penjual sup itu pun menemui dokter menyampaikan kondisinya.

Betapa terkejutnya, ia mendapatkan kwitansi telah berubah. Semuanya 0 baht. Di bawahnya tertera tulisan, “Semuanya telah dibayar 30 tahun lalu, dengan 3 paket obat dan sebungkus sup. Salam, Dr. Prajak Arunthong.”

***

Teruslah berbuat baik, teruslah memberi dan melayani. Jika kebaikanmu dan pelayanan komunitasmu belum berbalas sesuatu, insya Allah suatu saat nanti engkau akan menuai apa yang telah engkau tanam. Bahkan, jika pun tidak berbalas di dunia, Allah menyediakan balasan terbaik di akhirat kelak. Berupa surgaNya.

"Jika engkau berbuat baik (sesungguhnya) engkau berbuat baik untuk dirimu sendiri" (QS. Al Isra' : 7) (bersamadakwah)

Sunday, 13 April 2014

SARAN BUAT PKS DEMI KAUM ISLAMIS


didalam sebuah diskusi kecil antara wartawan koresponden kantor berita asing dengan wamenhan letjen (purn) Sjafrie Sjamsoedin, diskusi tentang peta politik kaum islamis di indonesia
berikut petikan poin poin dari diskusi kecil tersebut dari kacamata seorang wamenhan
PKS itu harus tetap masuk sistem alias harus tetap berada didalam lingkaran kekuasaan
karena kunci kekuatan power of sistem  kaum islamis indonesia berada pada PKS.

terus terang rekan sesama angkatan seorang jenderal pernah berkata ke saya sambil marah marah dengan menunjuk ke arah televisi lihat itu jen bukan main kurang ajar nya mereka ,berteriak negara syariah bangun khilafah, anti pancasila,  ini negara siapa,  negara ini negara pancasila, harga mati, kalau aku di sana sudah ta tembak tembaki kepalanya.

di sadari atau tidak, keberadaan PKS menjadi patron tembok penjaga untuk para kaum islamis bisa teriak teriak sebebas bebasnya.

seandainya tidak ada ormas kaum islamis yang masuk sistem dengan menjadi partai resmi dan di akui undang undang; sudah pasti sejak lama akan ada operasi penindakan pembersihan ormas, khusus para ormas dengan pemikiran ala timur tengah.

di indonesia memang ada nahdlatul ulama dan muhammadiyah, dua ormas besar ummat Islam indonesia; tapi mereka tidak di anggap sebagai kaum islamis (pemikiran timur tengah) NU dan Muhammadiyah masih di anggap gerakan islam tradisional indonesia.

bagi negara terutama alat negara menganggap; ormas dengan pemikiran gerakan ala timur tengah adalah ormas yang diklasifikasikan harus di pantau dan di waspadai perkembangannya, istilahnya litsus pada jaman dulu.

cuma ada dua prinsip angkatan di negara ini pertama; terima asas pancasila dan akhirnya siap di bina negara atau prinsip kedua; tidak mau menerima asas pancasila dan akhirnya harus siap 'di hilangkan' dan 'dihapuskan'.

asas pancasila dan NKRI yang bukan berpaham negara islam bagi beberapa petinggi angkatan masih merupakan harga mati jadi wajar masih ada yang memiliki prinsip keras memandang adanya pihak pihak yang berani teriak teriak khilafah dan negara Islam.

harus di akui segannya serta perlu berpikir ratusan kalinya para petinggi militer untuk memutuskan perlu tidaknya ada nya 'operasi' penindakan terhadap ormas anti pancasila karena semata memandang adannya PKS.

PKS masih dianggap patron ormas berpikir ala timur tengah yang mampu menyesuaikan diri dengan karakteristik kebangsaan dan masuk sistem opini positif

logikanya sekarang mampu kah kami (militer) bertindak sekecil atau sebesar apapun terhadap ormas kalau ketika rapat dengan presiden dan di rapatkan dalam kabinet  ada pihak yang memposisikan sebagai penyeimbang pemikiran, PKS adalah buktinya.

tentara itu adalah sapta marga dan pancasila, taat pada negara terutama taat kepada pemimpin negara yaitu presiden serta kabinet di dalamnya dan PKS ada di dalamnya

saya cuma beri saran PKS harus tetap masuk lingkar kekuasaan siapapun dan apapun pemimpinnya a.k.a presidennya

karena untuk menjadi benteng yang kuat bagi gerakan kaum islamis yang ada di indonesia
ingat  dinegara ini tidak mengakui adanya kekuatan oposisi dan tidak menganut paham adanya oposisi
semua kuncinya ada di lingkaran kekuasaan termasuk keputusan strategik negara termasuk penilaian dan penindakan

kita bicara sebuah negara dimana asas dan sistem berkuasa dan semua taat itu, poin terakhir yang sempat di sampaikan dalam diskusi kecil tersebut adalah sebentar lagi kaum merah berkuasa dan kita semua sadar karakteristik si merah tentang persepsi terkait islam  ditambah barisan back up pemikir 'militer' mereka adalah barisan garis keras anti Islam.

bisa ditebak aroma dan arah perjalanan ke depannya dengan si merah sebagai pemimpin bangsa
alasan penegakkan nasionalisme kebangsaan akan kembali menjasu tameng
demikian isi dari diskusi kecil yang terjadi antara koresponden kantor berita timur tengah dengan wamenhan
kesimpulan saya

kita saat ini sedang berpolitik, dalam politik kita hanya bicara kepentingan
sekarang tanya anda berpolitik tujuannya untuk kepentingan pribadi apa untuk kepentingan orang banyak
sekarang tanya apakah dengan tetap masuk dalam lingkar kekuasaan berarti diri kita hanya memikirkan diri sendiri
tapi memang terkadang diri kita sering kesal; kelompok yang sering di jaga terkadang tak pandai berterima kasih
itulah kehidupan kawan
jalan itu terkadang penuh duri dan terkadang pula sering menempatkan diri kita disebuah persimpangan jalan
-bang dw-

Saturday, 12 April 2014

Trend Caleg Masa Kini


Tadi pagi saya baca koran Prabumulih Pos. Pada halaman depan terdapat berita bahwa “PKS Kembali Tidak Dapat Kursi”. Ketika saya membaca berita ini, langsung teringat saat terjadi pembicaraan dengan salah satu warga prabumulih, sebelum pemilu kemarin. Perbicangan hangat setelah shalat berjama’ah di suatu masjid. Dia seorang laki-laki setengah baya yang tidak perlu saya sebut namanya.

Ditengah pembicaraan tentang politik, bapak tersebut menyampaikan rasa simpatinya dengan PKS. Namun lanjut dia meyampaikan, “PKS gak akan menang kalau gak ngikutin trend masa kini”. Mendengar perkataan bapak itu saya agak kaget dan bertanya, “Trend apa maksudnya pak?”. “Iya, trend seperti apa yang dilakukan oleh para Caleg dari partai lain, menang dengan cara membeli suara warga. Biasanya pasaran di kota prabumulih itu berkisar 200-400 ribu rupiah per DPT”. “Kok bisa pak?” tanya saya. “Memang udah menjadi rahasia umum di kota Prabumulih. Mungkin karena putus asanya masyarakat sama bejatnya para caleg kita, klop!” jawabnya. Lalu saya kembali bertanya, “Terus bapak pernah terima uangnya?. “Yah namanya ditawarin duit dek, saya ambil aja”. Semakin saya penasaran, saya pun lanjut bertanya, “Memangnya Caleg PKS gak ikut trend itu pak?”. “Setau saya PKS gak pernah ikut-ikut trend itu”, jawabnya. “Loh kok bapak bisa tau?” tanya saya. “Karena sejauh ini tidak pernah ada timses / caleg PKS yang menawarkan untuk membeli suara saya, makanya saya simpati sama PKS” jawabnya. “Pernah ada yang dateng ke rumah saya, tapi hanya sekedar sosialisasi aja” lanjutnya.

Istighfar saya dalam hati. Walaupun sudah menjadi rahasia umum di kota Prabumulih ini. Sampai begitu bejatnya para caleg dan sebegitu apatisnya warga prabumulih, sehingga suara pemilu pun bisa diperjualbelikan. Bahkan dengan harga yang murah. Jika untuk mendapatkan 1 kursi di DPRD butuh 1500 suara, maka caleg tersebut minimal membutuhkan uang sebanyak 600 juta rupiah (asumsi 400 ribu rupiah / DPT), bahkan mungkin lebih. Setelah menjadi anggota parlemen, tinggal berfikir bagaimana mengembalikannya. Tentu jika hanya mengandalkan gaji anggota parlemen saja tidak cukup. Na’dzubillah..

Mungkin yang dikhawatirkan oleh Bapak tersebut akhirnya terjadi juga. Jika berita di koran Prabumulih Pos ini benar, pemilu kali ini PKS kembali tidak mendapatkan kursi di tingkat DPRD Kota Prabumulih. Bukan karena kegagalan, bukan karena ketidakmampuan, namun karena suatu idealisme. Idealisme dengan penuh pengharapan ridho ilahi. Karena, buat apa menjadi anggota parlemen jika Allah tidak meridhoi. Wallahua’lam..

DW

Friday, 11 April 2014

Emergensi; PKS Terhempas!


By: Nandang Burhanudin
****
Di Bandung, kota yang ditahbiskan sebagai central of dakwah, justru PKS kini mengalami penurunan pemilih. Jika 2004 menjadi pemenang. Lalu turun di 2009, maka Pemilu 2014 ini, PKS diprediksi melorot ke kisaran 6-7 kursi.
Menurut hemat saya, kendati di Pilwalkot menang telak, namun pemilih Bandung Raya sangat cerdas. Mereka memilih RK-Oded, karena menghukum Walikota Dada Rosyada yang nampak arogan dan bebal korupnya.
Namun kemana suara pemilih RK-Oded? Kini mereka menghukum PKS. Bagi mereka, PKS bagian dari rezim SBY. Maka hukuman terhadap PD satu paket dengan PKS. Mereka adalah floating mass, yang tidak berideologi. Easygoing. Sing penting Indonesia sejahtera, tercapai public service memadai, dan terpenuhinya kepuasan rakyat. Maka pemilih nampak melampiaskan kemarahan kepada PD (PKS) dengan memilih Jahaludin Rajmat. Sedangkan pemilih di kalangan pengajian, lebih mengambil sikap golput.
Ini adalah fakta. Kader PKS sudah maksimal. Begadang siang malam. Merogoh uang hingga kantung paling dalam. Maka sewajarnya, kinerja para aleg terpilih nanti, bisa lebih memanusiakan kader-kader dan simpatisan di bawah. Caranya, memaksimalkan pelayanan ke masyarakat. Rela kurang tidur demi rakyat. Siapkah?

Monday, 7 April 2014

Bersimpunya Sang Presiden PKS


Politik dan Agama tidak bisa dipisahkan, seperti itulah Imam al-Ghazali mengungkapkan dalam kitab Ihya Ulumudinnya. Agama akan mensuport moralitas dan prinsip, sedangkan politik kekuasaan akan menjaga agama.

Ditengah hiruk-pikunya kampanye. Ditengah persaingan yang ketat dan kadang bisa terjerumus dalam perang urat syaraf. Ternyata semua bisa ditenangkan, ditentramkan dengan sebuah panjatan doa.

Doa sebagi penenang. Doa untuk menjernihkan pikiran dan hati. Doa untuk menebar cita dan cinta. Doa sebagai komintmen. Doa perisitirahatan ruhani ditengah padatnya jadwal kampanye.

Dalam masa kampanye dan hari tenang, saya mencoba melihat untaian doa-doa sang presiden PKS dari akun twiternya. Ada beberapa nilai inspirasi yang bisa dipelajari :

1. Doa yang menggambarkan totalitas penyerahan diri pada Allah disaat totalitas ikhtiar sudah dijalankan secara maksimal.

2. Doa yang menggambarkan pengakuan kekurangan diri, pengakuan akan aib diri dalam berkiprah serta permohonan agar Allah menutupi aib-aib tersebut. Karena persepsi kebaikan, persepsi pencitraan bukanlah kesempurnaan sebuah pribadi dan usaha seseorang tetapi lebih banyak karena aib-aib manusia ditutupi oleh Allah.

3. Doa tentang cinta. Cinta kepada rakyat agar diberi petunjuk ditengah kebingungan dan Rakyat pun mencintai kiprah partai ini walau dengan segala kekurangannya. Agar PKS dan kadernya bisa berkiprah dengan segala aktifitas yang dicintai Allah, juga mencintai kebaikan-kebaikan tersebut. Cinta dengan dihilangkannya prasangka-prasangka buruk kepada siapapun. Mereka yang membenci menjadi mencintai. Mereka yang mencintai menjadi senantiasa bersama dan mendukung.

4. Doa ditengah badai dan ujian. Permohonan agar Allah senantiasa mencurahkan Rahman dan Rahimnya, juga merawat kiprah yang sudah diikhtiarkan dengan kasih sayang Allah. Berlindung dari ketergesa-gesahan dalam bersikap yang akhirnya bisa melampaui batas. Bermohan agar tidak matinya harapan, dan menjadikan harapan pada Allah sebagai sumber kekuatan dan kegembiraan. Berlinduang dari kesombongan, keangkuhan, kebakhilan dan kemunafikan dan segala hal yang bisa menghalangi tertanamnya cinta.

5. Memohon solusi, dengan diberikan ilmu yang tidak terbatas dan sumber daya yang melimpah ruah dari kekayaan Allah Dzat Yang Tidak terbatas. Dan bisa memipin dari kekuasaan Allah Yang tidak terbatas pula.

6. Permohonan tak kenal lelah dalam berkiprah bagi Indonesai. Berkiprah karena rindu pada Allah. Rindu bertemu pada Allah sebagai sumber kekuatan untuk berkiprah di negri ini. Diberikan kemudahan dalam berkiprah. Dan terakhir berlindung dari kemarahan Allah karena berkata tapi tidak bisa merealisasikan.

Doa-doa ini gambaran sebuah ketenangan seoran pemimpin dalam menghadapi masalah, dalam menghadirkan solusi, dan dalam menggelorakan para kader.

Dihari tenang ini marilah terus berdoa karena kemenangan bersumber dari Allah. Kemenangan adalah bonus dari perjuangan ikhtiar yang sudah dilakukan.

Sunday, 6 April 2014

Dari Kisah Samiri, Mega, Sampai Jokowi


Dasar Yahudi. Sudah diselamatkan dari kehancuran dan kematian oleh Nabi Musa Alaihi Wassalam, tak bersyukur. Puak ‘Yahudi’ yang sangat menderita, dan miskin, diselamatkan oleh Musa dari kejaran balatentara Fir’aun. Sampai selamat menyeberangi laut Merah, dan tiba di Palestina.

Apa lacur? Justru diantara puak Yahudi itu, ada Samiri yang mengajak berbuat syirik dengan menyembah ‘Sapi’ yang terbuat dari patung emas. Itulah sifat bangsa Yahudi yang tidak bersyukur, dan menyembah 'Sapi'.

Komunitas yang mengumpulkan kekayaan yang mereka bawa dari Mesir itu, terutama ‘emas’, atas arahan dari Samiri, kemudian membuat patung ‘Sapi’ emas,dan itulah yang menjadi sesembahan mereka. Mereka tidak mau menyembah Allah Rabbul Alamin, tetapi mereka menyimpang dengan menyembah patung ‘Sapi’, sampai hari ini.

Golongan Yahudi sekarang selalu dikaitkan dengan penguasaan dunia, secara ekonomi dan politik, dan selalu dikaitkan dengan kemampuannya ‘menggenggam’ dunia, serta sepertinya tak ada kekuatan yang dapat mengalahkan bangsa yang merasa 'super' ini.

Bangsa lainnya hanyalah menjadi ‘ghoyyim’ alias budak Yahudi, dan hidupnya sekarang ini, terus-menerus menjadi sangat sombong. Sangat rasis, penuh kebencian, karena merasa sebagai bangsa ‘pilihan tuhan’. Bangsa Yahudi menjadi musuh umat manusia.

Sejatinya, bangsa Indonesia diselematkan dan dibebaskan dari seorang ‘tiran’ dan ‘despostis’ Soeharto, yang berkuasa selama tiga puluh tahun,  di tahun l998, tidak bisa bersyukur, dan kembali secara politik, bukan semakin mendekatkan diri kepada Rabbul Alamin, tetapi justru semakin jauh dari Rabbnya.

Ini terbukti, bagaimana ketika bangsa ini sudah dapat keluar dan terbebas dari ‘tiran’, kemudian tidak bersyukur, kembali memilih ‘Sapi’ yang bermoncong putih. Sehingga peristwa politik sesudah jatuhnya ‘tiran’ Soeharto, siklus politik kembali kepada kehidupan yang tidak semakin dekat dengan nilai-nilai kebaikan. Ini terbukti pemilu l999, bangsa Indonesia memilih ‘Sapi’, dan bahkan Jakarta seakan menjadi lautan ‘merah’.

Bangsa ini memuja ‘Sapi’ dan menggunakan atribut serba ‘merah’, dan penuh gelegak yang menghentakkan. Seakan-akan menjadi sebuah trace baru bagi bangsa Indonesia.

Bangsa Indonesia selama tiga puluh di paksa menyembah pohon ‘beringin’ oleh ‘tiran’ Soeharto, kemudian beralih kepada menyembah ‘Sapi’, sebagai simbol identitas, lambang eksistensi, dan perasaan ingroup atau senasib. Dengan menggunakan simbol ‘Sapi’ itulah mereka berharap seperti orang-orang Yahudi, dapat menguasai jagad ini, dan segala bentuk kekuasaan dan eksesorisnya.

Selanjutnya, mereka yang memuja ‘Sapi’ itu, dan menjadikan trah ‘Soekarno’ menjadi sebuah kekuatan yang magis, yaitu Megawati benar-benar mendapatkan saluran emosi, dan kepercayaan bahwa Mega titisan ‘ratu adil’.

Tetapi, semua hanya impian yang kosong melompong, dan tidak pernah terbukti, sepanjang Megawati yang menggantikan Abdurrahman Wahid, sebagai presiden sampai akhir masa jabatannya, Oktober 2004. ‘Wong Cilik’ tetap menderita dan sengsara.

Di era Mega, bukan ‘wong cilik’ yang hidupnya semakin baik, tetapi yang semakin mulya tak lain, yaitu bangsa ‘Asing’ dan ‘A Seng’. Sementara itu kaum pribumi semakin menderita. Mega yang mendapatkan dukungan media, sebagai simbol ‘rakyat kecil’, mengalahkan Soeharto, dan mengalahkan simbol kekuasaan ‘tiran’ berupa ‘pohon beringin’.

Sekarang, begitu gegap gempita rakyat digiring, kembali menyembah  patung ‘Sapi’ yang menjadi simbol identitas, eksistensi, kebanggaan, ingroup,  dan dengan  tokohnya bukan Samiri, tetapi ‘Jokowi’ yang dielu-elukan.

Patung emas ‘Sapi’ dan pengganti Mega, yaitu ‘Jokowi’ sudah dinisbatkan sebagai manusia super, titisan ‘dewa’ yang akan menyelamatkan bangsa Indonesia. Dengan seabrek gelar, mulai dari merakyat, jujur, bersih, tidak korup, dan segala puja-puji lainnya.

Seakan tak habis-habis pujian bagi Jokowi. Semua rekayasa itu dijalankan oleh media sekuler, liberal, dan kristen yang dibiayai oleh jaringan konglomerat cina dan yahudi.

Bangsa Indonesia memang tidak pernah belajar dari sejarah kehidupan. Selalu berulang dan berulang lagi, tentang peristiwa yang  penuh dengan muslihat, tipu-daya, dan segala kemunafikan, dan melihat ‘Sapi’ dan ‘Jokowi’ sebagai juru selamat masa depan Indonesia.

Mereka akan kaget begitu bangun dari mimpi. Bangsa Indonesia hidupnya sudah digantungkan dan diserahkan kepada ‘Sapi’ dan ‘Jokowi’. Nanti pasti akan kecewa lagi. Wallalhu’alam.
(voa-islam)

Thursday, 3 April 2014

"Jangan Bawa Agama Ke Dalam Politik" Ini Jawaban Kader PKS


"Munafik...Jangan bawa-bawa agama ke dalam politik" demikian komentar banyak orang kepada partai dakwah....

Luar biasamya kader partai dakwah menjawab:

Kami memang BERBEDA dengan Anda dan kebanyakan yang berpolitik di Indonesia...

Anda dan kebanyakan orang tidak pernah membawa agama ke dalam POLITIK maka PENYUAPAN UANG (MONEY POLITICS) dalam politik adalah biasa...

Anda dan kebanyakan orang tidak pernah membawa agama ke dalam POLITIK maka PENIPUAN dan DUSTA dalam politik adalah tidak BERDOSA...

Anda dan kebanyakan orang tidak pernah membawa agama ke dalam POLITIK maka ĶÒRUPSI di Indonesia MERAJALELA

Anda dan kebanyakan orang tidak pernah membawa agama ke dalam POLITIK maka yang menjadi KORBAN adalah RAKYAT JELATA...

Anda dan kebanyakan orang tidak pernah membawa agama ke dalam POLITIK maka RAHMAT dan KEBERKAHAN TUHAN entah kemana...

Kami memang BERBEDA...
Baik ke meja makan, ke wc, ke kamar tidur, ke tempat kerja, ke pasar, kami akan SELALU BAWA AGAMA kami kemanapun kami melangkah....

Baik dalam beraktifitas ekonomi, sosial, pendidkan, budaya...dan apalagi POLITIK yang PENUH dengan FITNAH... AGAMA kami akan SELAKU DIBAWA dan DIPEGANG TEGUH. ..

Karena kami BUKAN orang-orang SEKULER

Oleh: Ustadz Warsito, Lc

Saturday, 29 March 2014

Islamisasi Partai Islam: Pelajaran dari Erdogan


Oleh: Nuim Hidayat

TAHUN 1955 partai Masyumi partai Islam yang memegang teguh ideology dengan sangat mengesankan meraup 40% suara. Padahal, Partai Masyumi dalam Anggaran Dasar atau Rumah Tangganya  memegang teguh prinsip-prinsip Islam.

Di Anggaran Dasar Partai Masjumi ditegaskan: “Tujuan Partai ialah terlaksananya ajaran dan hukum Islam, di dalam kehidupan orang seorang , masyarakat dan negara Republik Indonesia, menuju keridhaan Ilahi.” (Pasal III).

Pada pasal IV-nya dinyatakan: “Usaha partai untuk mencapai tujuannya:

Pertama, menginsyafkan dan memperluas pengetahuan serta kecakapan Umat Islam Indonesia dalam perjuangan politik

Kedua, menyusun dan memperkokoh kesatuan dan tenaga umat Islam Indonesia dalam segala lapangan

Ketiga, melaksanakan kehidupan rakyat terhadap perikemanusiaan, kemasyarakatan, persaudaraan dan persamaan hak berdasarkan taqwa menurut ajaran Islam Bekerjasama dengan lain-lain golongan dalam lapangan bersamaan atas dasar harga menghargai.”

Selain AD/ART yang tertulis, tokoh-tokoh Masyumi sebagian besar juga memberikan keteladanan dalam kehidupan politik dan masyarakat. Orang tidak meragukan lagi keteladanan KH Hasyim Asyari, Faqih Usman, HAMKA, KH Wahid Hasyim dan Mohammad Natsir.

Sayang kehebatan Masyumi ini hanya berlangsung lima tahun. Tahun 1960, Partai Masyumi dibubarkan oleh Rezim Soekarno dengan alasan yang tidak jelas. Tak hanya itu, banyak tokoh-tokohnya yang dimasukkan ke dalam kerangkeng oleh Soekarno.

Padahal Masyumi saat itu namanya sedang harum di kalangan umat.

Masyumi mempunyai sayap gerakan buruh, gerakan tani juga media massa. Harian Abadi misalnya, adalah koran milik Masyumi yang sangat disegani dan pelanggannya dari seluruh pelosok Indonesia.

Ketika Soeharto naik menggantikan Soekarno tahun 1966, tokoh-tokoh Masyumi mencoba menghidupkan kembali partai ini tapi tidak diizinkan.

Bahkan hingga pada Pemilu pertama di era Orde Baru tahun 1971, Masyumi bukan hanya tidak diizinkan ikut Pemilu tapi juga tokoh-tokohnya juga dilarang berpolitik.

Akhirnya umat Islam yang tergabung dalam Masyumi (dan NU) membentuk Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Tapi saat itu sebenarnya Masyumi telah pecah karena sebagian pengikutnya sudah masuk dalam Golkar.

PPP karena mewadahi aspirasi umat Islam, maka mereka menggunakan gambar Ka’bah dan asas Islam. Meski selalu tidak unggul dalam Pemilu, apalagi bukan rahasia umum, kalau Pemilu Orba pernuh rekayasa.  Meski demikian, umat Islam masih banyak yang fanatik ke PPP hingga akhirnya Soeharto (dengan think tanknya CSIS) ‘menfatwakan’ semua parpol harus berasas tunggal Pancasila. Dari sinilah PPP mulai pecah. PPP turut pemerintah dan mengganti lambang Ka’bah dengan bintang. Sebagian tokoh memilih tidak berpolitik sebagaian lari ke Golkar. Efeknya tidak sedikit, Golkar juga makin penuh sesak dengan tokoh-tokoh Islam. Sesungguhnya, jika dilihat secara personal, makin hari makin tidak ada perbedaaan antara anggota Golkar dan PPP.

Politik gincu

Tahun 1999 setelah reformasi, partai-partai Islam dibebaskan kembali memakai asas Islam. Lambang pun tidak diatur pemerintah. Mulailah partai-partai Islam kembali ke kandangnya. Meski demikian, hanya tiga partai yang berani menuliskan asasnya Islam, yaitu PPP, PBB dan PKS. Sementara PAN dan PKB, tidak jelas tercantum dalam AD/ART nya asasnya Islam.

Tahun 1998, pasca jatuhnya Soeharto, tokoh-tokoh Masyumi sedang mempersiapkan kembali berdirinya partai Islam. Melalui rapat-rapat di kediaman HM Cholil Badawi dan Dr.Anwar Haryono SH, ditawarkanlah posisi ketua umum pada Dr Amien Rais sedang Dr Yusril Ihza Mahendra sebagai Sekjen.

Namun yang mengejutkan,  Amien Rais di layar televisi seusai shalat Jumat di kantor PP Muhammadiyah mengatakan,  “Saya akan mendirikan partai lain yang lebih terbuka.Bagi saya partai seperti Partai Bulan Bintang, ibarat baju akan ‘kesesakan’ jika saya pakai.”

Selanjutnya, melalui tokoh-tokoh  Majelis Amanat Rakyat (MARA), Amien Rais membentuk Partai Amanat Nasional (PAN) pada tahun 1998 dengan platform nasionalis terbuka. Ia mengundurkan diri dari Ketua PP Muhammadiyah setelah ditunjuk memimpin PAN.

Meski memilih baju terbuka, faktanya PAN tetap tidak banyak diniminati aktivis Muslim. Amien Rais sendiri sebagai pendiri PAN sebenarnya menyadari kesalahannya, sayang nasi sudah menjadi bubur.

Tahun 1999 perolehan suara PPP, PBB dan PKS lumayan. Tapi perolehan suara ini terus menurun sampai 2009 lalu. Diprediksi suara partai Islam tahun 2014 ini menurun atau stagnan sebagaimana 2014 yang lalu.

Mengapa tiga partai Islam itu tidak bisa menjadi mayoritas di negeri yang 85% Muslim ini?

Pertama, kesadaran politik umat Islam rendah. Umat memilih bukan didasarkan pilihannya pada calon-calon yang akan menjayakan Islam, tapi memilih banyak karena kekerabatan atau popularitas calon.

Kedua, partai-partai Islam menurun kualitasnya. Baik karena keterlibatan sebagian pengurus partai dalam korupsi, program partai yang tidak menyentuh rakyat dan tidak jelas warna Islam partai.

Partai-partai Islam itu mempunyai kelebihan dan kelemahan masing-masing. PPP mempunyai kekuatan jaringan lama dan pengalaman politik dalam menggolkan undang-undang yang bervisi Islam.

PBB mempunyai tokoh yang tinggi dalam intelektualisme Islam dan keberanian dalam menyuaran Islam.  Sedangkan PKS mempunyai jaringan kader yang kuat dan program-program yang merakyat. Kelemahan PPP dan PBB dalam pengkaderan sebenarnya bisa ditutupi atau mengambil pelajaran dari PKS.

Sedangkan kelemahan PKS yang kurang berani menampilkan diri visi Islamnya sebagaimana PPP dan PBB.

Sesungguhnya umat Islam di Indonesia yang sedang bangkit kini membutuhkan politisi politisi yang ahli di bidangnya sekaligus yang Islami. Kalau sekedar professional semata, maka tidak ada beda dengan partai sekuler. Atau jika yang hanya ditekankan program ekonomi semata, maka partai Islam menjadi pak turut bagi partai sekuler. Partai Islam seharusnya berani menampilkan Islamnya dan profesional. Sehingga masyarakat melihat beginilah wajah politik Islam yang sebenarnya. Bila partai Islam terbawa dengan arus partai sekuler yang hanya menekankan profesionalitas dan program ekonomi semata, maka partai Islam pasti tidak akan bisa menyaingi partai sekuler.

Maknanya seorang politisi Muslim di samping ahli di bidangnya juga berakhlak Islam, rajin shalat, bersedekah dan meninggalkan dosa-dosa besar. Beda dengan politisi sekuler yang membebaskan kadernya dalam berbuat maksiyat dan meninggalkan shalat. Bagi politisi sekuler yang penting politisi itu ahli di bidangnya dan mempunyai nama harum di masyarakat. Meski dalam kehidupan pribadinya bergelimang maksiat. Dengan kata lain mereka menghalalkan adanya ‘politik gincu’.

Jadi partai Islam mesti menprofesionalkan dan mengislamkan kader-kadernya bukan malah ikut-ikutan partai sekuler mensekulerkan kadernya dan bergerak ‘ke tengah’, sebagaimana nasihat banyak pengamat politik.

Pelajaran Penting dari Erdogan

Dan termasuk hal yang penting, politisi-politisi Muslim mesti memahami jejak sejarah bangsanya. Mereka mesti melanjutkan perjuangan tokoh-tokoh Islam terdahulu, terutama tokoh Masyumi. Sebagaimana Erdogan Presiden Turki yang dengan rendah menyatakan bahwa perjuangannya melanjutkan pendahulunya almarhum Necmettin Erbakan. Sebagaimana diketahui, Erbakan telah memulai perjuangan politik Islam di Turki sejak tahun 1970 dengan membentuk Partai Ketertiban Nasional.  Jatuh bangun Erbakan membangun partai Islam hingga ia mengalami kemenangan dengan partainya Partai Kesejahteraan (Refah Partisi).

Dalam Pemilu 1995, Partai Refah memperoleh 22 persen suara atau menyabet 158 kursi parlemen. Erbakan kemudian berkoalisi dengan Partai Jalan Lurus untuk memimpin pemerintahan Turki. Tapi pemerintahannya tidak berlangsung lama karena militer Turki buru-buru mengkudetanya. Dan Erdogan pun ditangkap dan dijatuhi hukuman lima tahun tidak boleh terlibat dalam politik (baca Ahmad Dzakirin, Kebangkitan Pos Islamisme Analisis Strategi dan Kebijakan AKP Turki Memenangkan Pemilu, Eracitra Intermedia, 2012).

Erbakan akhirnya banyak berbuat di balik layar. Dan di waktu itulah kemudian tampil murid kesayangannya, Erdogan yang terpilih menjadi Walikota Istanbul. Erdogan dengan program-program merakyatnya di kota itu berhasil memikat banyak kalangan. Erdogan juga banyak didukung para pebisnis dan masyarakat Turki. Meski dalam beberapa hal ia berbeda dengan gurunya tapi Erdogan menyatakan : “Dia akan selalu dikenang atas apa yang diajarkan kepada kami dank arena kepribadiannya yang tangguh.”

Ketika gurunya sang Hoca Erbakan meninggal, ia dan sahabatnya Abdullah Gul, memanggul keranda Erbakan ke tempat pemakamannya.

Abdullah Gul dan Erdogan membentuk Partai Keadilan dan Pembangunan pada Agustus 2001. Erdogan berhasil menarik perhatian masyarakat Turki karena program-programnya yang menyentuh rakyat dan modern dan track recordnya sebagai Walikota Istanbul. Hingga pada Pemilu November 2002 AKP menangguk suara 34%.

Sembilan tahun kemudian, pada Pemilu 12 Juni 2011, AKP mengulangi kemenangannya dengan menyabet 50% suara rakyat. AKP menempatkan wakilnya sebanyak 327 kursi di parlemen.

Keberhasilan Erdogan memimpin Turki ini menjadikan militer Turki panas. Mereka mencoba mengkudeta Erdogan namun gagal. Karena Erdogan telah mendapat dukungan mayoritas masyarakat dan kepolisian. Sebanyak 250 personil militer pun dijebloskan ke penjara karena percobaan kudeta itu. Kuatnya pribadi Erdogan ini sehingga ia disebut sebagai The Strongest Man in Turkey.

Jadi keberhasilan Erdogan dan Partai AKP merebut hati rakyat Turki adalah bukan program ekonomi atau ‘sekulernya’ semata, tapi terutama karena program Islamisasinya yang mengesankan. Pesan Islam yang dibawai damai oleh Erdogan menyebabkan ia dikagumi masyarakat dan terus dibenci oleh kaum sekuler ekstrim. Sebelum menjadi presiden, Erdogan telah konsisten memperjuangkan jilbab di Turki. Hingga dua anaknya harus ia sekolahkan di Amerika, karena pemerintah Turki melarang mahasiswa berjilbab. Hingga kini menjadi presiden, Erdogan pun terus konsisten menjalankan program islamisasinya, seperti membebaskan pakaian jilbab di seluruh sektor, melarang minuman keras, mendukung perjuangan Palestina, mendukung presiden Mursi yang digulingkan dan lain-lain.

Seandainya Erdogan hanya membawa perubahan ekonomi Turki dan menyingkirkan program-program keislaman, apakah masyarakat Turki akan mendukungnya? Ini yang harus menjadi pelajaran penting Partai Islam di sini. Wallahu a’lam.*

Penulis adalah peneliti Insitute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS)

Friday, 28 March 2014

UNDANG UNDANG IMAM MASJID

Oleh : nasrullah Orchid

Kriteria:
- Lelaki maks umur 45 tahun
- Hafal min 5 juz Al-Qur'an
- Mampu mengajar agama
- Moderat dan luwes dalam da'wah

Fasilitas:
- Gaji 5x UMR
- Kendaraan dan Rumah
- Asuransi Kesehatan
- Beasiswa untuk seluruh anak

Tugas:
- Menjadi Imam masjid
- Menghidupkan aktivitas da'wah Masjid
- Melayani kebutuhan warga seperti pelayanan jenazah, konsultasi keluarga, rehabilitasi anak dan remaja, dll
- Menjaga keharmonisan antar umat beragama

******

Rasanya indah kalau undang2 ini bisa diwujudkan. Da'wah masyarakat akan berjalan dengan baik. Da'i menjadi fokus berdakwah dan mengajar krn semua faktor kehidupannya sudah dijamin oleh negara.

Saya pernah melihat hal ini di Malaysia, saat saya merantau 2,5 tahun di sana. Imam masjid kendaraannya BMW. Rumahnya diberikan oleh negara. Gajinya 8000 ringgit (sekitar 24jt) setara gaji professor yg juga besar.

Setiap hari yg dilakukan adalah silaturrahim ke masyarakat dan jamaah binaannya.

Saat ada warga yg meninggal beliau lgsg turun tangan. Ada jamaah yg pergi haji, beliau yg beri wejangan. Ada nikahan, beliau yg bertanggung jawab ke penghulu, selain aktivitas beliau menjadi imam dan mengajar.

Di Turki juga saya dapat informasi bahwa Imam masjid di jamin oleh negara.

Wah, indah sekali. Kapan ya di Indonesia bisa seperti itu? Krn saat ini masjid di Indonesia tidak tersentuh fasilitas negara. Imamnya sukarela, pembangunannya sukarela, da'wahnya sekreatif jamaahnya saja. Ada jamaah meninggal, semua diurus warga. Negara tidak hadir pada pengurusan masjid di Indonesia.

Kemana harapan ini bisa dilayangkan?

Berharap ke negara? Jangankan berfikir UU Imam Masjid ini, ada pemimpin di Jakarta yang malah sedang memperjuangkan agar prostitusi dilegalkan. Membolehkan miras dijual bebas, dll. Naudzubillah...

Tapi, saya yakin harapan masih ada. Uang pajak pasti bisa diberikan ke para Imam masjid yg merupakan jantung pendidikan Umat Islam.

Kalau boleh menghitung harapan dengan skor.

Partai Islam skornya 8
Partai Nasionalis skornya 2

Mereka yg memilih partai Islam, artinya masih punya harapan UU ini bisa diperjuangkan. Mereka yg memilih partai nasionalis, rasanya sdh tdk punya visi ke arah sana.

Bagaimana mereka yg golput? Bagi saya, lebih kecil lagi harapannya atas terwujudnya UU ini. Mrk tdk punya visi apa2 atas UU apapun yg akan ditelurkan 5 tahun ke depan. Wong mrk tidak punya wakil di negara ini.

Smg Imam di Indonesia bisa seperti di negara-negara Islam lain yg memuliakan imam2 masjidnya. Harapan saya pada PKS dan partai Islam, agar bisa mencetuskan ide ini. Minimal di daerah2 yg sdh dimenangkan oleh PKS dan partai2 Islam.

Aaamiiin

Cara Mudah Bikin Perempuan Melepas Semuanya Semaunya


“Kira-kira sudah berapa persen perempuan muslimah yang menanggalkan pakaian dan mulai memamerkan aurat dan kecantikannya?”

“Kira-kira 60% lah bos.”

“Ohh, ternyata film kartun Disney itu sukses berat ya?”


“Sepertinya begitu bos. Mereka benar-benar tak sadar kalau film-film yang mereka tonton waktu anak-anak itulah yang selama ini membuat mereka berusaha begitu keras untuk menjadi lebih dan lebih cantik lagi. Mereka benar-benar yakin kalau kecantikan adalah segalanya.”

“Yaudah bagus deh. Tapi ingat! Kita tidak boleh cepat puas. Jika memang ingin menyesatkan mereka, kita harus belajar dari setan. Setan tidak pernah cepat puas. Jika hari ini setan berhasil membuka satu kancing maka besok dia mengusahakan kancing kedua. Kita juga harus begitu. Jika hari ini kita berhasil tanggalkan pakaian mereka, besok kita harus hilangkan rasa malu mereka.”

“Tentu saja bos! Saya selalu meneladani setan ketika menyesatkan mereka. Saya selalu ingat setan tidak pernah mengharapkan hasil yang instan. Semua dilakukannya dengan kerja keras, selangkah demi selangkah, setahap demi setahap. Jadi, saya pun terus berinovasi dalam mencari cara-cara baru supaya bisa menjaring lebih banyak lagi perempuan yang suka buka-bukaan.”

“Bagus, bagus! Kalau perlu buat mereka tidak busana sekalian.”

“Emang ada wanita yang suka telanjang di depan umum bos?”

“Tentu saja tidak ada. Semua orang yang beriman pasti punya malu. Kita akan tetap buat mereka berpakaian tapi seperti telanjang. Biar kujelaskan.” Si botak gondrong menghela napas dan mulai dengan sebuah pertanyaan, “Kira-kira apa alasan 40% perempuan itu tetap menutup auratnya?”

“Sebagian besar mereka sebenarnya sudah ingin membuka auratnya bos, tapi mereka terhalang beberapa hal.”

“Sebutkan yang pertama.”

“Penghalang pertama adalah orang tua yang menjaga mereka. Sebenarnya mereka benar-benar ingin menggunakan pakaian ketat dan melepas jilbabnya tapi selama masih ada orang tuanya pasti mereka tidak akan mampu melepasnya.”

“OK, kalau untuk masalah itu, kita tinggal bersabar saja 20 tahun lagi orang tuanya juga pasti mati, habis itu pasti mereka mulai menanggalkan pakaiannya. Lalu apa alasan kedua?”

“Ada sebagian perempuan yang malu membuka betisnya karena ada bekas luka dan kulitnya tidak semulus dan seputih teman-temannya.”

“Baiklah, nanti malam aku akan hubungi profesor untuk mencari formula pemutih kulit dan penghilang bekas luka supaya itu tak lagi menjadi masalah. Bahkan aku akan suruh dia mencari cara untuk garis-garis bekas melahirkan, Apa lagi alasan berikutnya?”

“Sebagian mereka berkutu, berketombe dan tidak pandai merawat rambutnya. Selain berjilbab karena agama mereka didorong lagi untuk berjilbab oleh para kutu dan ketombe itu.”

“Kalau itu sebenarnya kita sudah punya solusinya. Produk sampo zaman sekarang kan udah beragam tapi mungkin masih kemahalan ya. Nanti aku akan suruh kenalan kita yang punya pabrik sampo supaya dia menurunkan harga samponya di bawah standar. Perempuan kan mudah ditipu dengan kata “diskon”. Segera setelah mereka menggunakan sampo kita pasti mereka merasa percuma jika rambut indahnya itu tidak dipamerkan. Lanjut! Apa lagi alasan berikutnya?”

“Sebagian perempuan memang sadar bahwa kecantikan mereka itu milik suaminya kelak.”

“Oh, yang ini agak susah tapi aku ada ide. Gimana kalau kita suplai aja para pengrajin kosmetik dengan modal yang besar. Itu akan membuat kosmetik, alat kecantikan dan penghilang bulu menjadi tersebar luas. Dengan begitu mereka pasti berpikir kecantikan itu yang terpenting dan nomor satu.”

“Itu bagus juga tapi aku ada ide yang lebih bagus lagi bos! Kenapa tidak kita buat saja di TV itu sinetron yang semua pemainnya menonjolkan kecantikan! Dengan begitu mereka tidak akan berpikir bahwa keimanan itu yang paling penting!”

“Wah! Kamu pinter juga! Mereka pasti berramai-ramai berusaha tampil secantik-cantiknya di depan laki-laki.” Si Bos botak gondrong tertawa keras sekali lalu lanjut lagi, “kalau begitu aku akan menghubungi bang Andro juga, aku akan suruh dia produksi film porno sebanyak-banyaknya supaya setan dalam diri lelaki itu langsung aktif begitu ngeliat para perempuan setengah telanjang itu.”

“Kalau begitu aku akan urus yang perempuannya bos! Aku akan terus alihkan perhatian mereka dengan isu hak asasi dan kebebasan supaya mereka tidak sadar kalau aurat yang sudah mereka buka itulah penyebab dari semua masalah nafsu syahwat manusia di muka bumi ini.”

“Wah... wah... wah... pinter kamu! Syukurlah Tuhan menciptakan wanita. Jika tidak ada mereka, kurasa akan sangat sulit sekali menyesatkan manusia ini. Apa masi ada lagi perempuan di dunia ini yang gak pingin memamerkan kecantikannya?”

“Sayangnya masih ada sih bos. Beberapa perempuan kayaknya gak bisa digoda dengan cara apapun. Mereka udah bener-bener sadar dan taubat. Mereka tidak keluar rumah dengan niat supaya digodain laki-laki. Mereka bener-bener berjilbab, tak satu pun bentuk tubuhnya bisa terbayang dari luar.”

“WADUHHH!!! Kok bisa masih ada ya?”

“Gak tahu sih bos, kayaknya mereka udah sadar banget kalau kitalah yang menaikkan harga jilbab-jilbab yang tebal dan lebar itu. Kalau dia sih mikirnya: harga yang harus ia bayar untuk jilbab yang menjaganya itu sama aja mahalnya dengan semua kosmetik yang harus ia beli untuk memamerkan auratnya. Jadi mereka lebih memilih jilbab ketimbang kosmetik. Sepertinya mereka juga sadar, kosmetik cuma akan mengundang perhatian laki-laki yang jagonya cuma suit-suit doang, sementara jilbab yang asli akan membuat laki-laki baik, serius dan setia datang langsung pada orang tua mereka.”

“Astagfirullah! Padahal usaha kita kurang keras apa ya? Kok bisa masih ada yang lolos kayak gitu sih...”

“Mungkin akunya yang kurang gigih kali bos. Tapi tenang aja, aku udah pikirkan suatu cara yang kayaknya akan berhasil. Dengan cara ini, bahkan anak gadis lulusan MAN atau pesantren pun bakal ngelepas jilbabnya.”

“Gimana caranya?”
 
"Kalau pengen tahu, baca aja disini bos. Cara Ngelepasin Jilbab Remaja

“OK lah nanti kubaca.”

“Yaudah aku pamit dulu ya bos!”

“Mau kemana?”

“Biasalah bos, ke pabrik jilbabku. Tadi ada telepon katanya para perempuan udah mulai gak sadar jilbabnya aku buat lebih tipis. Jadi sekarang mau kubuat lebih tipis lagi.”

“Kok kamu bisa jago banget gitu, bisa nyuruh mereka pake jilbab yang tipis-tipis?”

“Makanya bos ikutin ceritanya dari awal bos, buruan baca nih Cara Ngelepasin Jilbab Remaja"

http://www.habibasyrafy.com/

Monday, 24 March 2014

Kader PKS, Jadilah Pejalan Jalan-Jalan Kebaikan


By: Nandang Burhanudin
****

"Untuk menempuh 400 meter, siput butuh waktu 37 jam. Sedang F1 hanya perlu 9 detik. Kini sudah bukan waktunya kita bicara soal apa Visi kita. Tapi seberapa cepat kita mencapainya."

Gamal Albinsaid, dokter muda 24 tahun dari Malang. Namun di usia belia, ia mampu menyabet penghargaan bergengsi dari Pangeran Charles. Hal yang membuatnya mendunia, adalah; seongok sampah yang dijadikan asuransi\pembayaran kesehatan masyarakat tidak mampu.

Anggaplah Albinsaid siput yang berjalan menempuh 400 meter dalam 37 jam. Akan tetapi siput yang bergerak dan fokus berjalan menuju target, jauh lebih baik dari gerakan sulap sim salabim prok-prok F1. Mengapa? Siput tak perlu lintasan sehalus F1. Ia bisa berjalan merayap. Sedangkan F1, berapa trilyun investasi yang dibutuhkan untuk sebuah F1.

Demikianlah dalam perjuangan menjadikan Indonesia sepenggal Firdaus. Kader PKS seyogianya fokus berjalan mengarungi cemoohan para pendengkur yang "nyinyir" dan selalu merindukan hadirnya F1, yang riset-modal-sains-teknologinya belum layak digunakan di Indonesia. Bukan karena F1 buruk. Tapi Indonesia belum memiliki landasan pacu ideal.

Anggap saja Pemilu 9 April 2014 sebagai terminal keberangkatan siput menuju Indonesia bersyariah. Lama memang. Namun saat seluruh kader PKS tetap berjalan menapaki jalan-jalan kebaikan, terus tak kenal lelah menyehatkan masyarakat, dan mampu menjadikan hal hina menjadi berharga. Saya meyakini, kader PKS akan mampu mencapai tujuan dibanding F1 yang bertenaga super, namun masih dalam khayalan dalam dengkur yang tak terukur.

Sekali lagi. Mari jadikan kita sebagai pejalan jalan-jalan kebaikan. Saat itu Allah akan selalu membimbing kita. Bisa jadi sesekali tersesat, namun atas izin Allah kita akan tahu jalan pulang dan menentukan arah kembali. kembali. Wallahu A'lam.

Menangkan PKS, Hadiah Terindah untuk Presiden Mursi


By: Nandang Burhanudin
*****

Sudah 9 bulan kudeta, para perwira militer Mesir dijamu mesra militer Israel. Sebuah sinyal nyata, Mesir tanpa Mursi dan Ikhwanul Muslimin adalah: penjaga keamanan bagi Israel.

Pantas saja jika sekaliber Syaikh 'Aid Al-Qarni mengatakan, "Jika tujuh hari saja pemimpin Arab (raja-raja, presiden, emir, sultan) tidak memegang kendali negara-negara Arab, insyaAllah, di hari ke delapan (hari Senin), Al-Aqsha akan mampu dibebaskan dan Israel dikalahkan."

Senada dengan ungkapan di atas, adalah taujih Syaikh Sayyid Quthb, "Umat Islam di negeri Arab itu sehat walafiat. Justru yang sakit kronis adalah para penguasa Arab."

Melihat fenomena di atas, muslim Indonesia jangan lagi mau dikibuli dan dicekoki paham-paham fatalis. Apalagi paham yang serba menyerahkan segala urusan kepada Allah, tanpa pernah mau menyingsingkan lengan baju melawan keangkuhan absolut kaum sekuler-liberal-aliran sesat. Seruan GOLPUT dengan tidak menyalurkan aspirasi, hanyalah "grand design" dari sebuah rencana besar: umat Islam selalu berada di pinggiran kehidupan. Menjadi penonton. Paling banter, menjadi komentator. Caci maki, demonstrasi, hingga orasi-orasi tak akan pernah mau didengar. Mereka lebih takut ketar-ketir dengan kekuatan politik muslim yang nyata walau sedikit.

Oleh karena itu, karena saya cinta Islam, cinta Indonesia, dan cinta Presiden Mursi, maka memilih PKS adalah bagian dari cinta. Semoga kader-kader PKS yang akan manggung nanti di Senayan, bisa memberi tekanan politik kepada PBB (AS-Barat-Israel) untuk menjadikan Mesir kembali merdeka.

Wahai Mesir, kau adalah ibu yang mendidik puluhan ribu anak Indonesia. Semoga ada generasi Indonesia, yang berbakti padamu.

Sunday, 23 March 2014

Video Renungan, Dahsyatnya Azab Allah

Sebuah video renungan dahsyatnya Azab Allah beredar di media sosial, baru-baru ini. Lebih dari 500 orang telah berbagi video yang diunggah oleh Zizan Razak dari Malaysia ini.

“Dahsyatnya azab dari Allah, ketika maksiat dilegalkan dan menjadi kebiasaan,” tulis Zizan dalam deskripsi video yang dibagikannya melalui Facebook.

Meskipun tidak ada keterangan apakah tsunami pada video ini nyata atau hanya ilustrasi, video berdurasi 30 detik ini patut menjadi renungan umat Islam. Murattal surat Ar Rum ayat 41 mengiringi proses tsunami. Terlihat air laut surut tiba-tiba dan kemudian gelombang besar datang menuju pantai, menyapu seluruh manusia dan bangunan yang dilaluinya. Na’udzubillah min dzaalik.

Berikut videonya yang telah diunggah ulang bersamadakwah di Youtube agar mudah dibagikan:

(bersamadakwah)

Thursday, 20 March 2014

10 Manusia Paling Cerdas 2014


Berikut 10 orang yang pantas dibilang paling Cerdas di dunia.

10. Stephen Hawking

Mungkin nama yang paling sering didengar dalam daftar ini, Stephen Hawking adlalah orang yang membantu kita, manusia, untuk mengerti mengenai alam semesta. Ia juga merupakan orang yang menciptakan banyak persamaan matematika dan fisika. Walaupun ia menderita ALS (Amyotrophic Lateral Sclerosis) – sebuah penyakit yang membuat kondisi otot terus menurun – ia membuktikan hal itu tidak menjadi penghalang untuk membuktikan kepintarannya.

Stephen Hawking adalah orang Inggris yang lahir pada tahun 1942 dengan pekerjaan sebagai Ahli Fisika dan Kosmolog.

9. Judit Polgar

Ayahnya percaya bahwa anak yang dilatih sejak kecil oleh spesialis dapat memiliki pencapaian yang luar biasa, dan hal itu terbukti berhasil. Ia merupakan satu-satunya wanita yang masuk dalam daftar ini, dimana merupakan pecatur wanita termuda dan grandmaster termuda pada saat ia berumur 15 tahun, mengalahkan Bobby Fischer.

Judit Polgar merupakan orang Hungaria yang bekerja sebagai Grandmaster Catur dan ibu rumah tangga dan lahir pada tahun 1976.

8. Sir Andrew Wiles

Pada tahun 1995, ada seorang ahli matematika Inggris yang berhasil menemukan sebuah teori matematika yang dikenal sebagai Fermat’s Last Theorem, yang dimana sampai sekarang ini disebut sebagai “soal matematika paling susah” di dunia oleh Guinness. Ahli matematika tersebut adalah Sir Andrew Wiles. Tidak hanya itu, setelah ia menemukan teori itu, namana disebut-sebut dalam episode Star Trek.

Merupakan orang Inggris yang lahir pada tahu 1953 dengan pekerjaan sebagia ahli matematika (Professor) di Princeton University.

7. James Woods

Anda mungkin pernah mendengar namanya dalam film-film klasik, bahkan beberapa film modern sekarang ini. Walaupun begitu, sebelum ia memulai hobinya dalam dunia akting, dalam tes SAT (tes masuk kuliah), ia mendapatkan nilai sempurna 800 untuk verbal dan 779 untuk matematika. Ia lalu memutuskan untuk memperdalam aljabar linear di UCLA yang kemudian sebelum menerima beasiswa MIT, ia mulai hobi akting dan keluar dari kuliah.

James Woods adalah orang Amerika yang lahir pada tahun 1947 dan bekerja sebagai aktor.  Ia juga sering bekerja sebagai pengisi suara seperti dalam The Simpson, Hercules (Disney), Video Game GTA: San Andreas, Video Game Kingdom Hearts dan banyak lainnya.

6. Garry Kasparov

Mungkin jka Anda hobi bermain catur, Anda pernah mendengar namanya. Walaupun ia kalah melawan komputer dalam catur, tetapi di babak pertama ia seri (remis) dengan komputer tersebut. Komputer tersebut adalah Deep Blue, sebuah komputer yang dapat memprediksi 3 juta posisi setiap detiknya. Ia memegang juara catur dunia pada saat ia berumur 22 tahun. Sayangnya, di tahun 2005 ia pensiun dan mendedikasikan dirinya ke politik dan menjadi penulis.

Garry Kasparov merupakan orang Azerbaijan yang lahir pada tahun 1963 yang bekerja sebagai grandmaster catur, penulis dan aktivis politik.

5. Christopher Michael Langan

Langan pernah mendapatkan nilai sempurna dalam SAT (ujian masuk universitas), tetapi akhirnya keluar dari Universitas Negeri Montana setelah menyimplkan professornya tidak dapat mengajarinya apapun. Ia juga telah menemukan teorinya sendiri yang disebut “Cognitive-Theoretic Model of The Universe (CTMU)”.

Orang Amerika yang lahir pada tahun 1952 dengan banyak pekerjaan, seperti pekerja bangunan, cowboy, pemadam kebakaran hutan, tukang pukul, dan penulis.

4. Kim Ung Yong -

Sangat pintar dalma hal angka dan bahasa, pada saat ia berumur 2 tahun, ia sudah dapat berbicara dengan lancar. Di umur 3 tahun, ia dapat membaca beberapa bahasa seperti Jepang, Jerman dan Bahasa Inggris dan memecahkan masalah kalkulus. Yang mengejutkan, di umurnya yang 8 tahun, NASA telah memintanya untuk belajar di Amerika dan begitu ia remaja ia telah bekerja ddengan mereka. Dari yang tadinya ia mendalami fisika, sekarang ia berpindah menjadi insinyur sipil yang akhirnya merilis 90 makalah penelitian.

Lahir pada tahun 1962, Kim Ung Yong merupakan orang Korea yang bekerja sebagai insinyur sipil. Bahkan jika Anda mencari-cari mengenai orang terpintar di dunia, banyak situs web yang menyebutnya sebagai orang terpintar di dunia.

3. Christopher Hirata

Ia memulai kemunculannya dengan memenangkan medali emas untuk Olimpiade Fisika Internasional pada saat ia berumur 13 tahun. Di tahun berikutnya, ia telah masuk Caltech (California Institute of Technology).  Tidak lama setelah itu, saat ia berumur 16 tahun ia telah bekerja dengan NASA di sebuah proyek yang terkait dengan kehidupan di Mars. Pada saat ia berumur 22 tahun, ia mendapatkan gelar Dokter (Ph.D) dalam astrophysics (fisika perbintangan).

Christopher Hirata merupakan orang Amerika yang bekerja sebagai Asisten Professor, Astrofisik dan lahir pada tahun 1982.

2. Terrence Tao

Jika kita sedang membicarakan IQ, maka Terrence Tao adalah orang terpintar di dunia karena IQnya mencapai 230 dan itu adalah IQ paling tinggi yang pernah diketahui. Pada saat ia berumur 2 tahun, selagi kita sedang belajar untuk berjalan dan berbicara, Tao dapat melakukan perhitungan aritmatika dasar. Pada umur 9 tahun, ia telah mempelajari matematika perkuliahan dan mendapatkan gelar Doktor (Ph.D) dari Princeton University di umur 20. Tidak hanya itu saja, pada saat ia berumur 24 tahun ia langsung menjadi professor di UCLA. Ia diketahui telah merilis 230 makalah penelitian.

1.  Muslim yang paling banyak mengingat dan mempersiapkan Kematian.

Ibnu Umar radhiyallaahu ‘anhuma berkata, “ Wahai Rasulullah, siapakah orang mukmin yang paling utama?’ Rasulullah menjawab, ‘Yang paling baik akhlaqnya’. Kemudian ia bertanya lagi, ‘Siapakah orang mukmin yang paling cerdas?’. Beliau menjawab, ‘Yang paling banyak mengingat mati, kemudian yang paling baik dalam mempersiapkan kematian tersebut, itulah orang yang paling cerdas.’ (HR. Ibnu Majah, Thabrani, dan Al Haitsamiy)

Semoga Bermanfaat, Raih Amal Shalih, Sebarkan Informasi Ini
(antiliberalnews)

Monday, 10 March 2014

Siapa Perampok Sebenarnya?

Ini mungkin hanya skenario. Tapi lumayan jadi trending topic di beberapa forum luar, karena mengandung pelajaran, sekaligus sindiran tentang betapa korupsi sudah menjalar ke berbagai bidang. Ok, begini ceritanya...

Dalam sebuah perampokan bank, para perampok mengingatkan semua sandera, "Jangan bergerak. Kehilangan uang di bank ini nggak akan berpengaruh banyak buat kalian. Serahkan saja pada kami, lebih baik sayangilah nyawa kalian!"
Ini bukan sekadar ancaman. Ini disebut Merubah Paradigma. Cara berpikir otak akan mudah terpengaruh dalam tekanan tertentu.

Ketika teller wanita merasa ketakutan yang berlebihan, perampok berkata, "Tenang saja nona. Isi saja semua kantong dengan uang. Kami ke sini untuk merampok, bukan memperkosa."

Ini disebut Profesionalitas. Para perampok bank hanya bertujuan menjarah semua uang dan benda berharga. Tujuan mereka tidak boleh teralihkan, karena bisa mengacaukan misi.

Begitu para perampok kabur dan kembali ke markas. Salah satu anggota - baru lulus dari pendidikan tinggi - meminta kepada pimpinan mereka (yang hanya lulusan SD) agar menghitung uang segera dan dibagikan merata.

Sang pimpinan yang lulusan SD itu menjawab, "Tenang kawan, jangan bodoh. Menghitung dan membagi-bagi sekarang sangat bahaya. Kita endapkan dulu, lihat berita di tivi agar tahu situasi."

Ini disebut Pengalaman. Di jaman sekarang, pengalaman lebih penting daripada selembar kertas ijazah.


Sementara itu.... kondisi di bank setelah dirampok.

Manager bank melaporkan pada pimpinan pusat agar segera memberi rincian kerugian pada polisi. Namun pimpinan pusat memberi perintah balik, "Tambahkan 150 juta dalam laporan!"

Manager bank pun menambahkan 170 juta! Artinya 20 juta masuk ke kantong pribadinya.

Hari berikutnya, reporter tivi mengumumkan berita, "Dalam kasus perampokan Bank A kemarin, pihak yang berwajib merilis kabar pers bahwa kerugian ditaksir mencapai 200 juta."

Para perampok yang menyaksikan berita tivi kegirangan. Mereka pun mulai menghitung hasil jarahan. Ternyata hasilnya hanya 30 juta. Sang pemimpin pun geram, "Sialan! Kita yang bekerja bertaruh nyawa tapi pihak Bank tetap untung besar. Memang lebih baik sekolah sampai sarjana!"

Inilah yang disebut Pengetahuan Lebih Berharga dibanding Harta Karun.

Sementara pihak bank tertawa puas. Kerugian mereka diganti pihak asuransi. Pasar saham aman berkat peristiwa perampokan. Manager bank pun senang karena rekeningnya bertambah kembung.

Inilah yang disebut Kejahatan Kerah Putih.

Nah, jadi pertanyaanya: Siapa perampok sebenarnya, dan bagaimana paradoks dalam sistem pendidikan yang terjadi di dunia nyata?
(AKD)

Friday, 7 March 2014

Kola dan atau Fried Chicken? Hmmm …


Oleh: Abu Umar

Seorang teman saya mengatakan prinsip saya dan keluarga saya lebay. Salah satunya karena saya dan keluarga saya—istri dan anak-anak saya—sejak tahun 2009, tak pernah lagi mau membeli semua produk yang dibuat oleh Yahudi.

“Lo ini cuman sendirian. Kagak ngaruh kali,” ujarnya ketika itu kira-kira. Tapi saya tidak terkejut. Di tahun 2001, Ketika masih jadi seorang wartawan sebuah majalah Islam di Ibukota, saya pernah mewawancarai seorang tokoh Islam, meminta pendapatnya bagaimana soal boikot produk Amerika (Yahudi), dan jawabannya: “Boikot produk Yahudi tidak realistis. Mau pake apa kita kalau tak memakai produk mereka? Dari mulai kamar mandi, sampai teras rumah, semua yang bikin orang Yahudi.”

Awalnya saya ketika itu masih merasa aman-aman saja membeli minuman kola. Namun ketika Gaza 2009 meletus dan anak-anak saya melihat sendiri lewat internet akan kebiadaban Israel kepada anak-anak Palestina, saya dan keluarga sepakat, kami memakai produk-produk dari mereka, hanya ketika itu sudah jadi opsi terakhir.

Banyak perjuangan yang kami rasakan ketika kami memulai hidup tanpa produk Yahudi. Misalnya saja, belanja bulanan. Jika sebelumnya kami hanya cukup pergi ke satu swalayan saja, tapi kemudian sekarang kami harus muter-muter berbagai toko, masuk ke pasar-pasar. Sepanjang kami bisa, kami melakukannya. Capek memang, kelihatannya. Dan ribet—di zaman seperti sekarang ini yang notabene belanjaan bisa didrop di satu tempat saja.

Tapi istri saya mengingatkan, “Capeknya kita tidak seberapa dibandingkan dengan perjuangan rakyat Palestina di sana. Ini juga akan menjadi sesuatu yang berkesan bagi anak-anak. Ini bukan semata-mata urusan boikot satu keluarga kita saja terhadap produk-produk Yahudi, tapi juga mudah-mudahan ada pembelajaran buat mereka dalam soal aqidah.”

Kalau sudah begitu, saya selalu bersemangat kembali.

Namun, yang membuat saya dan istri haru adalah sebuah peristiwa. Ketika kami berdua tengah berada di luar kota berhari-hari menunggui bayi kami di rumah sakit, dua orang anak kami diajak jalan-jalan oleh nenek, bibi-bibi, dan sepupunya. Mereka makan fried chicken yang sudah sangat terkenal. Semua orang yang mengajak mereka, makan freid chicken tersebut. Kedua anak kami, yang masih di bawah delapan tahun, dengan tegas menolaknya dan memilih makanan yang lain.

Ketika bibinya memberitahukan kami soal itu lewat telepon, istri saya diam-diam menangis.

Sekarang, empat tahun dari 2009 dari sejak Gaza diinvasi Israel, kami sekeluaga menyaksikan kembali bagaimana Palestina dibantai oleh Yahudi. Empat tahun dari 2009, Alhamdulillah kami masih tetap pada pendirian kami menolak membeli produk Yahudi. Kami masih bisa hidup. Ada beberapa hal lain yang memang tak bisa dihindarkan, namun seperti itulah kami menjalani hidup. Kami sama sekali tak merasa jadi orang besar karena ini. Namun kami yakin, sekecil apapun perjuangan kami, semoga bisa memberi arti untuk Palestina. Aamiin. [knrp]

Ternyata Banyak Orang yang Lebih Suka Masuk Neraka!


Oleh : Jonru Ginting

"Daripada ketemu ustadz A yang nyebelin itu di surga, mending gue masuk neraka!"
"Gue lebih suka masuk neraka ketimbang pilih parpol B saat pemilu nanti!"

Semua orang tentu bebas menentukan pilihan hidupnya.
Mungkin orang yang mengucapkan kalimat seperti di atas pun hanya ingin bermain-main.

Tapi ucapan adalah doa. Bagaimana jika ucapan seperti itu di-aamiin-kan oleh malaikat, lalu mereka nanti masuk neraka benaran? Emangnya kuat?

Baru kena api kompor gas satu detik aja, langsung menjerit-jerit dan bikin heboh satu kelurahan. Apalagi kalau dipanggang api neraka yang panasnya jutaan kali dari kompor gas. Seumur hidup pula. Emangnya kuat?

Ucapan kita (walau itu hanya bercanda) merupakan perwakilan dari karakter dan akhlak kita yang sebenarnya. Yang hobi berkata, "Daripada bla bla bla... lebih baik masuk neraka,", mungkin adalah orang2 yang menganggap urusan surga dan neraka itu cuma main-main, tidak serius. Bahkan mungkin mereka menganggap surga dan neraka itu tidak ada.

Bercanda tentu boleh saja. Tapi mari hindari mengucapkan kalimat seperti "... lebih baik masuk neraka" dan sebagainya. Kalau nanti di-aamiin-kan oleh malaikat, emangnya kita sudah siap?