Showing posts with label Info Palestina. Show all posts
Showing posts with label Info Palestina. Show all posts

Saturday, 19 April 2014

Kisah Ismail Haniyah, PM Palestina yang Rendah Hati dan Sederhana


Pada Jumat, 18 April 2014, PM Palestina, Ismail Haniyah, memenuhi undangan aqiqah dari salah seorang rakyatnya di Jalur Gaza bernama, Ala’ Al-Hindi.

Al-Hindi mengundang PM Haniyah melalui selembar surat yang ditulisnya, “Saya hanyalah seorang rakyatmu yang sederhana, tidak mempunyai permintaan khusus atau maksud apapun, tetapi saya hanya berkeinginan mengundangmu untuk mengunjungi rumah saya yang sederhana, dalam rangka kelahiran anak saya baru-baru ini.”

PM Haniyah pun memenuhi undangan yang tidak biasa bagi seorang pemimpin sekelas perdana menteri tersebut, tanpa harus melewati protoker yang rumit dan berliku.

Tatkala PM Haniyah datang, sang tuan rumah, Ala’ Al-Hindi Abu Mahmoud, memberinya tiga hadiah khusus atas kesediaannya datang di sela-sela kesibukan mengurus negara. Hadiah tersebut berupa nasyid islami yang dikarangnya sendiri khusus untuk Haniyah, kedua juga nasyid islami tentang perjuangan Islam, dan ketiga sebuah pena.

Melihat keramahan dan kerendah-hatian Sang Perdana Menteri, Ala’ pun tak segan meminta hadiah buku yang dinilai paling berpengaruh bagi perjalanan hidup Haniyah.

Memenuhi permintaan tersebut, tanpa sungkan PM Haniyah menghadiahkannya buku berjudul Abjadiyat At-Tashawur Al-Haraki lil Amal Al-Islami karangan dai kondang Fathi Yakan.

Keluarga ‘Ala Al-Hindi tampak sangat bahagia dengan kesediaan PM Haniyah untuk berkunjung ke rumah mereka.

Begitulah potret kepemimpinan PM Haniyah sehingga memiliki popularitas tinggi di mata rakyatnya dalam makna yang positif. Buah dari kesederhanaan dan sikap rendah hatinya dalam berinteraksi dengan berbagai kalangan masyarakat di Jalur Gaza. (paltimes/rem/dakwatuna)

Thursday, 17 April 2014

Perwira Zionis Terbunuh, Media Israel Cemas Ancaman Penculikan Hamas


Pengawas Militer Zionis Selasa (15/04/2014) malam mengizinkan pengungkapan identitas perwira Zionis-Israel yang tewas dalam aksi perlawanan di Hebron.
Perwira militer bernama Baruch Mizrahi (47) adalah warga kota Modian di al Quds Barat yang tengah menjabat sebagai ketua Departemen Penyadapan Elektronik di Dinas Intelijen Kepolisian Zionis.
Seperti diketahui, Baruch tewas hari Senin (14/04/2014), dalam sebuah aksi yang dilakukan pejuang Palestina ke sebuah mobil Zionis di dekat gerbang Turqumia di barat laut Hebron, wilayah selatan Tepi Barat. Sementara itu empat orang lainnya terluka termasuk istri Baruch.
Dinas keamanan Zionis menyatakan telah gagal untuk menemukan bukti yang mengarah kepada pelaku aksi di Hebron. Sementara itu media-media Zionis mengungkapkan adanya koordinasi yang dilakukan dinas keamanan Zionis dengan Otoritas Palestina untuk memburu dan melacak pelaku.
Dikutip Pusat Informasi Palestina (PIC), Baruch telah bertugas di militer Zionis selama 25 tahun dan selama waktu tersebut dia berpindah-pindah ke posisi-posisi penting. Terakhir berpangkat letnan kolonel di kesatuan intelijen militer 8200.
Baruch adalah mitra penting dalam mengembalikan departemen penyadapan dan pembangunan sisten SDM di kepolisian Zionis.
Ancaman Penculikan Serdadu Israel
Sementara itu, hari Rabu ini, berbagai media Zionis ramai memberikan perhatian soal ancaman yang dilontarkan PM Palestina Ismail Haniyah untuk menculik serdadu penjajah Zionis guna ditukar dengan tawanan Palestina yang mendekam di penjara-penjara Zionis.
Radio-radio dan situs-situs Zionis melansir pernyataan yang disampaikan Haniyah pada hari Selasa, yang isinya janji untuk melakukan penculikan terhadap serdadu Zionis.
Sebelumnya PM Palestina Ismail Haniyah dalam sebuah konferensi seputar tawanan di penjara Zionis yang diadakan di Universitas Islam di Gaza, Selasa (15/04/2014), dia menegaskan bahwa pembebasan tawanan Palestina tidak akan terjadi kecuali dengan menculik serdadu Zionis sebagaimana penculikan yang terjadi terhadap serdadu Zionis Gilad Shalit yang berhasil membebaskan lebih dari 1000 tawanan Palestina.
Pemimpin yang kharismatik ini menegaskan gerakan Hamas dan perlawanan akan terus berupaya menculik serdadu Zionis dan tidak akan berhenti karena merupakan bagian dari strategi Hamas.
Dia memaparkan aksi-aksi penculikan serdadu Zionis yang dilakukan gerakan Hamas sejak didirikan tahun 1987, mulai dari penculikan dua serdadu Zionis Avi Cespurts dan Ilan Saadoun hingga Gilad Shalit, juga sejumlah aksi penculikan yang tidak berhasil dalam melakukan proses pertukaran sebagaimana yang terjadi pada Shalit.
“(Penculikan) ini adalah bagian dari agenda kerja perlawanan dan gerakan Hamas. Agenda ini terus berlanjut selama masih ada tawanan di penjara Zionis,” ujarnya dikutip PIC.*
http://www.hidayatullah.com/

Friday, 4 April 2014

(Video) Beginilah Kualitas Menembak Muslimah Gaza yang Ditakuti Israel


Hingga saat ini, Mujahidin Gaza masih membuat Israel takut. Pada perang Furqan Desember 2008 lalu, Israel membombardir Gaza dengan serangan udara. Namun, militer negara Zionis itu tidak berani menerjunkan pasukan darat untuk menyerang Gaza. Pun, pada Perang Hijarah Sijjil selama Nopember 2012, Israel lagi-lagi tidak berani menerjunkan pasukan darat.

Mengapa Israel takut? Salah satunya adalah kualitas pasukan Gaza yang sejak diwisuda telah terbukti jitu dalam menembak. Seperti pada video ini. Para wisudawan yang akan direkrut kementerian dalam negeri menunjukkan kebolehannya dalam menembak. Sasarannya adalah balon yang digantung di udara dan bergerak secara perlahan.(bersamadakwah)

Sunday, 30 March 2014

Gantz: Kemampuan Bikin Rudal Dan Senjata Bikin Gaza Makin Kuat


Pasca isolasi dan blokade yang menimpa Gaza, pihak perlawanan mulai bersandar kepada kemampuan sendiri, hal itu nampak jelas dalam pengalaman yang dilalui perlawanan dalam pembuatan rudal beragam jenis, yang terakhir mencapai jarak lebih dari 75 km.

Panglima militer Israel, Beny Gantz menyebutkan, kemampuan Gaza memproduk senjata menambahnya makin kuat, karenanya kami melakukan persiapan lebih untuk mengantisipasinya.

Radio militer Israel mengutip pernyataan Gantz saat melakukan investigasi di dataran tinggi Gholan, dengan melimpahnya bahan baku dan kemampuan produksi sendiri, bisa jadi perkembangan rudal Gaza mengancam stabilitas Israel, dan organisasi perlawanannya makin kuat, karena itu kami melakukan persiapan lebih untuk mengantisipasinya. Jika Hamas memutuskan melawan kami, maka mereka akan menyesal atas keputusan tersebut.

Sementara itu Gantz menyebutkan, kondisi saat ini di Tepi Barat berada dalam kendali penuh, pihak militer Israel memantau setiap kemungkinan, jika perundingan damai berdampak di lapangan, di Tepi Barat. (qm/PIP)

Tuesday, 25 March 2014

PIDATO PERDANA MENTERI PALESTINA PADA PERINGATAN SYUHADA 2014

(Pidato Perdana Menteri Ismail Haniyah dalam pidato di depan ratusan  ribu orang yang hadir pada peringatan 10 tahun pada Syuhada di lapangan Saraya, Gaza City, 23 Maret 2014)
Sungguh merupakan kehormatan bagi kita semua ketika kita membicarakan tentang mereka, para pemimpin kita, para guru kita, para kreator perubahan, yang berada di puncak, yang telah mengembalikan nilai nilai keadilan yang mengatakan bahwa masyarakat kita telah beranjak dari tingkat pemikiran ke tingkat jihad dan perlawanan bersenjata.
Syeikh Ahmad Yasin, pendiri Hamas, pendiri intifadhah, penegak strategi kemerdekaan.  Dr Abdul Aziz Rantisi, singa Palestina. Dan dr Ibrahim al-Maqadmah,, seorang ulama agung.
Hari ini di lapangan Saraya ini, kalian semua telah keluar dari rumah sebagai bentuk kesetiaan terhadap darah dara suci ini, sebagai bentuk kesungguhan dalam memilih jalan syahid dan perlawanan, sebagai tantangan terhadap blokade dan seluruh pihak yang memblokade.
Dan hari ini saya bisa katakan, dengan kemuliaan dari Allah semata dan dari lubuk hati segenap hadirin, baik itu pria, wanita, anak anak, dewasa,  para pemimpin dan para tentara baik itu diatas atau pun di bawah tanah, bisa kita katakan bahwa hari ini Gaza tidak lagi terblokade, melainkan Gaza lah yang saat ini memblokade.
Apa yang terjadi di Jenin kemarin subuh mengingatkan kita dengan tragedi pembunuhan Syeikh Ahmad Yasin 10 tahun silam. Pada tanggal dan bulan yang sama dimana almarhum Ahmad Yasin saat itu syahid oleh pembunuhan setelah beliau melaksanakan shalat Qiyamul lail dan shalat subuh.
Dan kemarin di Jenin, peperangan dan tragedi tersebut bertepatan dengan peringatan syahidnya Ahmad Yasin.  Saat itu para pahlawan tersebut, Hamzah Abu al-Hayja dan saudara saudara seperjuangannya yang syahid bersama beliau berdiri tegak tak gentar di hadapan para musuh dan kekuatannya tanpa kata menyerah apa lagi tunduk di depan para penjajah tersebut.
Peperangan sengit dan perlawanan tanpa kenal lelah yang terjadi kemarin adalah merupakan pelajaran bagi siapapun yang tinggal di bumi Palestina maupun di luar Palestina bahwasanya syahadah dan perlawanan adalah satu satunya cara untuk membebaskan bumi Palestina dan mengembalikan Al-Quds dan Al-Aqsha.
Apa yang terjadi di Jenin kemarin menegaskan bahwa rakyat Palestina hanya bisa bersatu dengan jalan muqawamah (perlawanan), tidak dengan perundingan dan kesepakatan. Tidak ada persatuan dengan perundingan (dengan penjajah Israel). Tidak ada persatuan dengan menyerahkan hak hak kita.  Ini merupakan pesan berdarah dan ini adalah realita bangsa kita. ketika Hamzah Abu al-Hayja  yang merupakan mendiang assyahid Jamal Abu al-Hayja saat itu rumahnya menjadi sasaran roket tentara Zionis, saat itulah datang seorang mujahid pemberani dari pemuda Saraya al-Quds (baca: sayap militer Jihad Islami) untuk menolong Hamzah serta berjihad bersamanya dan saat itu pula datang kembali seorang mujahid pemberani lainnya dari golongan pemuda Brigade Syuhada al-Aqsa (baca: sayap militer Fatah) maju untuk membela tanah nya dan saudaranya dari Brigade al-Qassam (baca: sayap militer Hamas) sehingga ketiganya menemui syahidnya.  Inilah kenyataan dari bangsa kita, bangsa yang bersatu dalam perlawanan, dalam kejantanan, dan dalam memerangi para zionis penjajah.
Hari ini kita juga ingin menyampaikan pesan kepada saudara-saudara kita di Tepi Barat, bahwa kami semua bersama kalian dan tidak akan pernah meninggalkan kalian. Peperangan kita satu, musuh kita satu, tujuan kita satu dan  rasa sakit kita juga satu.
Selain itu, berita baru mengenai lubang-lubang terowongan di sekitar Gaza. Terowongan ini merupakan strategi baru dalam konflik melawan musuh. Strategi lubang terowongan.  Ini adalah pesan bahwa baik itu dari bawah tanah ataupun dari atas tanah kalian para penjajah kelak akan keluar meninggalkan Palestina karena tidak ada tempat setitik pun untuk kalian di tanah Palestina.
Sebagian orang ada yang berperasangka bahwa suasana tenang yang menyelimuti Gaza saat ini akibat lemahnya Gaza, tenang yang tak bergerak, ketenganan dengan perhitungan sempit agar pada saat membalas serangan dari bawah tanah, atas tanah, laut serta udara kelak semua akan tahu bahwa Gaza merupakan angin badai dan letusan gunung.  Dan bahwasanya Gaza bisa melahirkan kemenangan.
Atas nama para pemimpin Hamas. Dan rakyat Hamas. Kami menegaskan bahwa kami masih dan akan senantiasa berjalan di atas jalan mereka insya Allah. Kita akan syahid sebagai mana para pemimpin kita terdahulu syahid dan tidak akan pernah kita turun kan panji  kita.
Kita di Hamas sebagai rakyat Palestina  saat ini sedang menjalani masa-masa sulit di bawah kerasnya tantangan dan ancaman. Akan tetapi kita tidak pernah takut apa lagi gentar. Karena kita selalu berhasil menghadapi tantangan dan ancaman semacam ini. Dan tantangan saat ini tidak lebih parah dari sebelumnya.
Hari ini kita memperingati dan mengenang 10 tahun syahidnya pemimpin kita. pendiri Hamas. Seorang tua yang lumpuh (Syeikh Ahmad Yasin). Dan kenapa Allah mentakdirkan

Hamas didirikan oleh seorang yang lumpuh? Tidakkah dunia heran dengan kenyataan bahwa Hamas didirikan oleh seorang yang lumpuh? Ketahuilah ini merupakan mu'jizat dari Allah. Bagaimana pendiri Hamas ternyata seorang yang yang lumpuh ini merupakan kehendak Allah. Allah menginginkan kita faham bahwa masalah Palestina bukan merupakan konflik biasa. Akan tetapi konflik ini tidak bisa diperhitungkan denngan hanya berbekal logika manusia.
Maka dari lumpuh ini lah muncul Hamas. Dari kelemahan muncul tentara Qassam. Dan dari kelaparan kita menciptakan keteguhan dan kesabaran serta tantangan. Dan dari rasa aman kita menciptakan harapan. Dan dari ketiadaan kita menciptakan rasa takut. Dan dari serpihan kerikil kita menggetarkan Tel Aviv. Dan dengan menggunakan kuku-kuku kita melubangi bebatuan dan melakukan hal yang tak mungkin.
Hari ini kita mendapatkan berbagai ancaman baik dari musuh maupun dari internal kita. dan tujuan dari berbagai ancaman ini tidak lain adalah tekanan agar kita berlepas diri dari komitmen kita dan dari perlawanan. Seluruh derita kita oleh blokade, gangguan, ancaman, dan lain sebagaiman memiliki tujuan yang jelas yaitu agar kita berlepas diri dari perjuangan kita. maka berkumpulnya rakyat Gaza hari ini adalah jawaban dari blokade, agresi militer, dari usaha menjatuhkan Gaza, dan dari usaha membuat Gaza bertekuk lutut. Namun hari ini rakyat Gaza keluar dari rumah dan berkumpul disini sebagai jawaban kepada semua konspirator yang bersekongkol terhadap Gaza agar kembali memperhitungkan usaha mereka. Kami rakyat Gaza tidak bisa bekerja dengan cara-cara ini, dengan metode ini. Kami adalah kaum yang apabila keputusan kalian adalah blokade, maka keputusan kami adalah kemenangan.
Apabila kalian semua menginginkan Gaza untuk tunduk maka kami katakan bahwa rakyat  Gaza tidak akan tunduk kecuali kepada Allah.  Maka dari itu, kami sampaikan sekali lagi kepada para pembuat keputusan baik itu di dalam maupun luar Palestina, sebaiknya kalian mencamkan pesan dari peringatan hari ini bahwa kami adalah kaum yang mencintai kematian sebagaimana musuh-musuh kami mencintai kehidupan. Kami mencintai mati syahid sebagaimana yang telah ditempuh oleh para pendahulu kami.  Kalau ada sebagian yang mencintai jabatan dan kursi, maka kami katakana "silahkan ambil seluruh kursi dan jabatan yang kalian inginkan, tapi sisakan untuk kami tanah air kami" , "jangan pisah pisahkan tanah air kami, jangan  pisahkan dari kami Al-Quds, jangan pisah kami  dari hak  kami untuk kembali, maka dari itu saya katakana hari ini dari jantung tanah yang diblokade ini, sejak 8 tahun terblokade, sejak 10 tahun syahidnya para pendahulu kami, dari tanah Saraya yang dulunya merupakan lokasi penjara ini, kami katakan berkali kali bahkan kami tidak akan pernah mengakui Israel".
Hari ini kita mengadakan peringatan mengenang as-syahid Syeikh Ahmad Yasin sang bapak gerakan Hamas, mengenang para pimpinan besar kita yang terdahulu, dan permasalahan Palestina yang sampai saat ini mengalami begitu banyaknya serangan yang bertubi-tubi.  Al-Quds,  pemukiman illegal,  blokade, Yahudisasi, projek John Kerry, usaha-usaha pemetakan tanah Palestina, serangan setiap hari di Al-Quds, penggalian lubang-lubang di bawah masjid Al-Aqsha, dan lain lain. Maka berbagai serangan ini mengharuskan kita sebagai  anak-anak bangsa dan umat Islam untuk mempelajari berbagai permasalahan ini dan mencari jalan keluar. Maka  hari ini, berdasarkan keyakinan kita bahwa kita lah yang benar  permaslahan yang kita hadapi ini, dan berdasarkan keyakinan kita kepada Allah dan keyakinan serta harapan  kita akan datangnya kemenangan .  dan beranjak dari peringatan  para syuhada Palestina sepanjang masa maka kami melihat bahwasanya cara dan pilihan serta strategi satu-satunya untuk mengubah kondisi kita di hadapan para penjajah, serta dalam menghadapi berbagai ancaman dan tantangan, dan melangkah dalam perjuangan pembebasan tanah air, dan dalam usaha mengembalikan Al-Quds, dan hak hak yang seharusnya, serta suksesnya proyek pembebasan tanah air kita  dengan cara cara berikut;
-          Menghentikan inqisam (dualisme pemerintahan) dan membangun keutuhan satu Negara, sistem politik, serta pembentukan lembaga kenegaraan dan kemerdekaan dengan cara pemilihan umum agar kita bisa bekerja sama dalam satu pemerintahan, lembaga dan kepemimpinan yang satu.
-          Menghentikan perundingan dan kesepakatan dengan pihak musuh serta tidak diperpanjang dengan alasan  dan dalih apapun, maka atas dasar referendum hari ini, referendum persaudaraan, referendum yang mengatakan tidak untuk kompromi, tidak untuk perundingan, dan "ya" untuk perlawanan, keteguhan, dan tantangan. Maka dari itu kami atas nama referendum ini dari hati peringatan para syuhada ini, mengajak kepada para perunding agar segera menarik diri dari usaha sia-sia ini dan tidak melanjutkan perundingan di bawah sebab dan dalih apapun.  Karena jalan perundingan adalah  jalan yang sia-sia dan gagal yang tidak pernah menghasilkan hasil apapun akan tetapi sebaliknya  malah melayani musuh kita untuk menyembunyikan wajahnya yang kotor dan menyediakan untuk mereka penutup praktek-praktek agresi mereka  terhadap tanah Palestina dengan pemukiman illegal, Yahudisasi dan terror.
-          Bekerja dengan cepat dalam membangun strategi  bersama, kita bangun bersama, dan kita hadapi segala persoalan yang ada kita selesaikan baik dengan cara praktis, politik, media, undang undang dana massa.  Dan kita sepakati diantara kita segala perbedaan pandangan dan taktik kita. dan kita juga bersama sama dalam setiap keputusan politik .
Inilah peta strategi kita untuk keluar dari penderitaan ini  dan dalam menghadapi berbagai macam serangan dan tekanan kepada kita.
Dalam acara peringatan ini juga kami memiliki 3 pesan;
Kami gerakan Hamas dan pemerintah Palestina bukanlah  sebuah partai yang suka mencampuri urusan dan permasalalah partai lain dalam hal ini gerakan Fatah.  Akan tetapi apa yang munurut kami penting adalah agar gerakan Fatah tetap bersatu begitu juga seluruh fraksi Palestina dalam wilayah Palestina agar kita semakin kuat dalam menghadapi musuh musuh kita.  Adapun terhadap tuduhan-tuduhan terkait pembunuhan dua orang komandan besar Palestina Yasir Arafat dan Shalah Syahadah maka sebaiknya  investigasi kasus tidak hanya  terbatas di sekitar gerakan Fatah saja melainkan dijadikan persoalan negara  secara umum. Maka dari itu kami mengajak agar dibentuk tim investigasi khusus negara terkait dua kasus ini.
Kami tegaskan kepada seluruh masyarakat umum bahwa Hamas tidak pernah mencampuri urusan sebuah Negara  manapun. Tidak itu Mesir, tidak Ssuriah dan Negara Negara Arab lainnya.  kami tidak memiiki peran sama sekali baik itu dalam segi keamanan maupun militer.  Tidak di Sinai atau pun di bagian manapun dari tanah Mesir tercinta. Hamas adalah gerakan kemerdekaan Palestina yang hanya fokus terhadap permasalahan Palestina. Dan berbagai tuduhan kepada Hamas yang di beritakan oleh beberapa media adalah hal yang sangat memalukan dan tidak berdasar. 
Kami juga mengajak seluruh pihak agar beranjak dari segala aktivitas dakwaan tanpa dasar kepada Hamas serta berhenti dari mengkambinghitamkan  Hamas dan Gaza dan masyarakat Palestina. Serta berhenti dari menghukum Gaza dan masyarakatnya. Kenapa Gaza harus dihukum? Apakah karena ia bertahan?  Ataukah karena dia menang melawan penjajah? Atau karena Gaza berteriak "tidak" kepada Israel?  Apakah karena Gaza mengangkat senjata malawan musuh?  Kenapa Gaza harus di hukum? Apakah karena Gaza ingin membebaskan Al-Quds? Inilah pertanyaan yang saya ajukan kepada seluruh masyarakat yang berakal. Kami juga menegaskan kepedulian kita kepada Mesir. Mesir tercinta. Mesir sebagai saudara, tetangga dan Kakak kandung rakyat Palestina. Kami tegaskan rasa kepedulian kami terhadap Mesir dan seluruh negeri-negeri Islam Arab lainnya. Kepedulian terhadap stabilitas dan kemanan Negara terkait. Dan kami ingatkan agar kita senantiasa fokus terhadap ancaman sesungguhnya yang akan datang. Ancaman dari negeri penjajah zionis yang mana sejak dulu sampai saat ini masih merupakan musuh terbesar kita. zionis Israel melihat adanya peralihan prioritas permasalahan di negara-negara arab sekitar Palestina. Dan mereka meyakini dengan keyakinan yang keliru  bahwa saat ini telah muncul gerakan-gerakan yang bersatu untuk melawan rakyat Palestina.  Maka kami katakan bahwa para pemerintahan dan rakyat negeri-negeri arab insya Allah akan senantiasa  dalam satu golongan  melawan Zionis. Zionis akan tetap menjadi musuh utama rakyat Palestina dan masyarakat arab dan Islam lainnya. Dan kami juga pada kesempatan ini menegaskan pada permasalahan ini , kami mengajak masyarakat luas secara resmi agar tetap memberikan perhatian yang prima dan usaha maksimal dalam memandang permasalahan Al-Quds dan Al-Aqsha.
Kita ingin mendengar dan melihat berbagai ancaman dari para pemimpin  musuh kita zionis terhadap Gaza dan para pejuang didalamnya. Maka kami disini mengumumkan di hadapan ancaman-ancaman dan usaha-usaha ini, kami katakan bahwa "masa berlaku ancaman sudah tidak berlaku lagi" dan setiap agresi dan kejahatan yang kalian lakukan akan kalian bayar mahal. Kami telah sapu bersih kalian dari Gaza saat dimana kami hanya memiliki senjata yang sedikit dan pengalaman yang sedikit pula. Saat dimana rakyat kami masih dalam ketakutan dari kekejaman kalian. Maka adapun hari ini, Alhamdulillah, kami dengan izin Allah telah bertambah kuat. Dan perlawanan rakyat kami semakin berkembang.  Berlipat ganda. Begitu juga kekuatan para pejuang kami yang semakin kuat.  Dan apa yang kami sembunyikan dari kalian jauh lebih besar dari apa yang kalian perkirakan.
Kami ucapkan salam kepada Gaza yang perkasa, kepada kaum pria dan wanitanya, para pemimpin  dan rakyatnya.  Salam untuk penduduk Tepi Barat, Jenin, keluarga kita di Al-Quds, Al-Aqsha dan para murobitin di sekitar Al-Aqsha. Salam untuk keluarga kami di pengungsian Yarmuk Suriah yang sedang dalam blokade. Salam untuk keluarga kami yang berada di balik jeruji besi Zionis Israel. Kami katakan kepada kalian waktu kemenangan dan pembebasan kalian telah dekat dengan izin Allah.  Dan semoga Allah memberkati kita semua dengan kemenangan dan kebebasan serta kemampuan kita untuk shalat di masjid Al-Aqsha.

Mi'raj Islamic News Agency (MINA)

Sunday, 23 March 2014

MENGENANG PERJUANGAN SYEIKH AHMAD YASIN


Syeikh Ahmad Yasin menentang keras Kesepakatan Oslo, yang ditandatangani Pemimpin PLO Yaser Arafat dan Perdana Menteri Israel Yitzak Rabin, di hadapan Presiden Amerika Serikat (AS) Bill Clinton pada tahun 1993, karena dipandangnya sebagai "penipuan besar".
Buktinya Israel terus intensif membangun permukiman ilegal Yahudi di Tepi Barat dan Jalur Gaza bersama dengan melanjutkan penguasaan berturut-turut sebagian besar wilayah tanah Palestina.
Tolak Perang Saudara
Sebelum pecahnya Intifadah Palestina Kedua (intifadah Al-Aqsha) pada September 2000, Syeikh Ahmad Yasin menjadi tahanan rumah, komunikasi melalui teleponnya diputus oleh Otoritas Palestina, yang berada di bawah tekanan luar biasa dari AS dan Zionis agar Otoritas Palestina "mengendalikan" Gerakan Hamas dan Jihad Islam.
Namun demikian Yasin, Pemimpin Hamas itu, selalu berhati-hati supaya perbedaan sikap dengan Otoritas Palestina -mayoritas dari gerakan Fatah- yang terjadi berulang kali, tidak berkembang menjadi perang saudara, yang dipandangnya sebagai "garis merah bagi rakyat Palestina" dan tidak boleh terjadi.
Percaya bahwa kepemimpinan yang terpecah akan merusak kepentingan Palestina, Syeikh Ahmad Yasin berusaha untuk menjaga hubungan baik dengan Otoritas Palestina dan dengan rezim lain di dunia Arab.
Rakyat Palestina Harus peroleh Hak Hidup Secara Damai
Setelah keluar dari penjara, Syeikh Ahmad Yasin meminta untuk diterbangkan pulang ke Jalur Gaza. Di sana, ia menggiatkan lagi usaha dakwahnya hingga meletus Intifadah Al-Aqsha. Perkembangan ini sangat mengkhawatirkan rezim Zionis Israel.
Selama berlangsung Intifadah Al-Aqsha, Syeikh Ahmad Yasin konsisten berpegang teguh pada "gerakan perlawanan". Dia menyatakan bahwa kebebasan yang diperoleh, tidak diberikan secara percuma, dan apa yang diambil secara paksa hanya dapat dipulihkan dengan usaha perlawanan. Dia juga keras membela bom syahid terhadap entitas Zionis. Ia menjelaskan aksi itu merupakan senjata tunggal yang tersedia bagi rakyat Palestina waktu itu untuk menghadapi musuh dengan kemampuan militer jauh lebih kuat yang bersikeras membasmi dan menghancurkan rakyat Palestina.
Dia berulang kali menuntut Israel mengakhiri semua serangan yang menargetkan warga sipil Palestina dan orang yang tidak 'berseragam' Zionis. Namun, entitas Zionis konsisten menolak semua inisiatif itu.
Usaha pertama membunuh Syeikh Ahmad Yasin
Sejak Yasin dibebaskan, Israel selalu mencari-cari kesempatan untuk membunuhnya karena biarpun lumpuh kaki dan tangan, insan berjiwa besar ini memiliki pengaruh yang cukup besar dalam episode jihad rakyat Palestina.
Pada 6 September 2003, Angkatan Udara Israel dengan pesawat tempur F-16 membom sebuah bangunan di mana Yasin sedang berada di dalam bersama para pemimpin Hamas lainnya, namun serangan itu tidak berhasil membunuh Syeikh Ahmad Yasin.
Dia selamat, hanya mengalami luka ringan pada lengan kanannya, kemudian dirawat di rumah sakit Al-Shifa, Kota Gaza, karena luka yang dideritanya.
Para pejabat Israel kemudian mengkonfirmasi bahwa Syeikh Ahmad Yasin adalah target serangan itu.
Syahidnya Pendiri Hamas
Israel terus berusaha membunuh Yasin. Setelah berbulan-bulan mengikuti dan memata-matai aktivitas harian Syeikh Ahmad Yasin, pada Senin 1 Shafar 1425/22 Maret 2004, Israel melakukan serangan dengan tiga rudal Hellfire dari helikopter Apache AH-64 ke arah mobil yang biasa dinaiki Yasin usai menunaikan sholat subuh berjamaah di Masjid Al-Mujama’ Al-Islami, Kota Gaza.
Serangan tersebut merupakan perintah langsung dari Ariel Sharon, Perdana Menteri Israel saat itu. Bersama Syeikh Ahmad Yasin, juga terbunuh dua orang pengawalnya, dan sembilan warga Palestina lainnya yang berada di sekitar tempat kejadian.
Seorang wartawan Palestina segera bergegas ke tempat kejadian setelah mendengar tiga ledakan keras. Ia juga menemukan sisa-sisa kursi roda Syeikh Ahmad Yasin akibat serangan rudal -yang sudah berlumuran darah-.
Tubuh Syeikh Ahmad Yasin yang hancur akibat serangan rudal Zionis itu dievakuasi ke Rumah Sakit Al-Shifa.
Serangan biadab tersebut langsung dikecam masyarakat dunia. Pembunuhan pendiri Hamas itu dikutuk Pemerintah Afrika Selatan bersama dengan pemimpin-pemimpin dunia lainnya, kecuali Pemerintah Amerika Serikat. Bagi Afrika Selatan, kematian Syeikh Ahmad Yasin merupakan kehilangan aktivis perjuangan pembebasan nasional, karena itu menyatakan memahami kesedihan rakyat Palestina.
Maka, berakhirlah riwayat seorang pejuang yang telah menyerahkan seluruh kehidupannya untuk perjuangan membebaskan Palestina.
Semangatnya Tetap Hidup
Bagi sebuah gerakan ideologis yang kokoh seperti Hamas, -idenya adalah lebih penting daripada fisik pemimpinnya-, sehingga tidak mungkin kematian pemimpinnya, Syeikh Ahmad Yasin, akan melemahkan gerakan perlawanan Palestina berbasis Islam itu untuk terus berjuang.
Malahan sebelum kematiannya, selama beberapa tahun terakhir, Syeikh Ahmad Yasin sudah mengurangi aktivitas rutinnya dalam urusan Gerakan Hamas akibat kesehatannya memburuk dan usianya semakin tua. Meskipun demikian, ia tetap menjadi juru bicara yang paling efektif dan fasih bagi Hamas dan seluruh kubu Islam Palestina, walau kondisi fisiknya  semakin parah, hingga akhirnya ajalnya menjemput akibat serangan Zionis musuhnya.
Dr. Abdul Aziz al-Rantisi kemudian diangkat menjadi pemimpin tertinggi Hamas di Jalur Gaza. Tidak habis sebulan memimpin, Dr. Rantisi dibunuh Zionis Israel dengan cara sama seperti pembunuhan Syeikh Ahmad Yasin.
Biarpun Syeikh Ahmad Yasin tiada lagi tetapi semangatnya tetap terus hidup dalam jiwa pemuda pejuang pembebasan Palestina hari ini.
Syeikh Ahmad Yasin, seorang tua renta dengan jenggot putih, sebelah matanya buta, terikat kursi roda karena menderita lumpuh, dan bertahun-tahun mengalami penyiksaan di penjara Zionis, semasa hidupnya telah mengajarkan seberkas hikmah kehidupan bahwa sesungguhnya hidup ini tidak memiliki makna apa-apa tanpa perjuangan yang mulia atau mati syahid.
وَلَا تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ قُتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَمْوَاتًا ۚ بَلْ أَحْيَاءٌ عِندَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُونَ
“Dan jangan sekali-kali engkau menyangka orang-orang yang terbunuh (yang gugur Syahid) pada jalan Allah itu mati, (mereka tidak mati) bahkan mereka adalah hidup (secara istimewa) di sisi Tuhan mereka dengan mendapat rezeki.” (QS. Ali Imron; 3:169).

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Saturday, 15 March 2014

Israel: “Kami Berhadapan dengan Musuh yang Sangat Kuat di Gaza”


Perang dua hari, Rabu dan Kamis (12-13 Maret 2014) antara pejuang Palestina di Gaza dengan “Israel”, membuat penjajah ini mengeluh. “Israel” berharap ada kata damai.

Ketua Persatuan Yahudi “Israel” Simon Perez mengungkapkan bahwa Yahudi siap berdamai dan akan patuh terhadap perjanjian yang akan dibuat kedua belah pihak—Yahudi dan pejuang Palestina di Jalur Gaza.

Ungkapan Perez tersebut disiarkan oleh radio Yahudi dan juga dimuat di mdia elektronik Zionis yang dirilis pada Jumat (14/3).

Dilaporkan pula, bahwa kalimat ancaman dari PM penjajah Benjamin Netanyahu yang menegaskan akan membalas roket Gaza dengan serangan yang sangat dahsyat, itu hanyalah sebagai jaminan keamanan bagi warga Yahudi yang sedang mengadakan liburan Purim (liburan dengan upacara khusus kaum Yahudi).

Sementara Amos Gilad dari Kementerian Pertahanan penjajah itu menegaskan bahwa “Israel” berhadapan dengan musuh yang sangat kuat di Gaza. “Kami berhadapan dengan musuh yang kuat di Gaza. Tetapi pihak Gaza pun menghadapi lawan yang sangat kuat juga, dan jika memilih untuk berperang, kami yakin Gaza akan kalah,” sesumbar Gilad, Jumat (14/3).

Setelah perang dua hari, saat ini tengah berlangsung gencatan senjata. Tetapi berkaca dari pengalaman-pengalaman sebelumnya, pihak Yahudi “Israel”-lah yang melanggar perjanjian. Pengalaman perang tahun 2012 misalnya. Perang yang berlangsung selama 8 hari itu “Israel” juga yang meminta gencatan senjata, tetapi banga terkutuk ini pula yang melanggarnya. (Abdillah Onim, wartawan dan Aktivis Indonesia di Gaza).

Friday, 14 March 2014

Entitas Zionis: Kami Akan Perlakukan Gaza Secara Setimpal


Presiden Israel, Simon Peres menegaskan, Tel Aviv siap komitmen dengan perlawanan Palestina di Gaza.

Radio Israel menyebutkan, Peres menyatakan, “Israel akan memperlakukan Gaza secara setimpal.”

Sementara PM Benyamin Netanyahu mengancam operasi militer besar ke Gaza, sebagai respon atas rudal Palestina yang mengincar perayaan yahudi.

Sedangkan kepala keamanan di kementerian zionis, Amos Ghilad menyatakan, kami menghadapi musuh brutal di Gaza. Jika pihak Israel tidak mendapatkan ketenangan, maka Gaza akan diperlakukan serupa.

Menlu zionis, Avegdor Libermen menegaskan kembali seruannya untuk mengagresi Gaza dan membersihkannya dari perlawanan Palestina, dan bekerjasama dengan pihak Mesir dan pihak internasional untuk menyusun agenda agar bisa memberikan kenyamanan bagi warga yahudi di Palestina seperti halnya penduduk Gaza secara normal.

Sementara Menteri zionis, Moseh Yaalon menuding Hamas dan Jihad Islam sebagai pihak bertanggungjawab atas eskalasi di Gaza, dan menegaskan militer zionis tidak akan ragu menggunakan segenap cara menghadapi keduanya. (qm/pip)

KEWALAHAN HADAPI ROKET PALESTINA, ISRAEL INGINKAN GENCATAN SENJATA


Pimpinan di Gerakan Jihad Islami Khalid Al-Baths mengatakan, bahwa sejumlah komunikasi dan usaha yang dilakukan Mesir menghasilkan keputusan komitmen gencatan senjata dengan penjajah Zionis dan faksi-faksi perkawanan sesuai dengan kesepahaman pada November 2012.

Al-Batsh menambahkan dalam statemennya di Facebook bahwa usaha Mesir yang intens akhirnya menetapkan gencatan senjata sesuai dengan kesepakatan 2012 dengan maintenes Mesir dengan syarat Zionis juga komitmen dengan kesepamahaman itu dan tidak melanggarnya.

Al-Baths menyampaikan apresiasi kepada pihak Mesir atas usaha mereka dan salam hormat pejuang Palestina kepada Mesir.

Di sisi lain, Jubir Jihad Islami Daud Shahab menegaskan bahwa pihak Mesir menyampaikan kepada kami agar semua pihak komitmen dengan gencatan senjata. Ia juga menegaskan, Jihad Islami tidak memiliki kepentingan untuk meningkatkan eskalasi. Sebab 'Israel' sendiri yang menggelar pelanggaran sebanyak 1400 pelanggaran.

Namun hingga kini pihak 'Israel' tidak pernah menyampaikan secara resmi bahwa mereka komitmen dengan gencatan senjata.

Semntara itu, pihak Jihad Islam menyatakan bahwa roket mereka bisa menembus jarak lebih jauh dari yang sudah dilepaskan jika 'Israel' melanggar. (bsyr/pip)

Thursday, 13 March 2014

Lupakan Mesir!


Pihak Israel serentak menutup pintu Kareem Abo Saleem akses masuknya bahan makanan yang dipasok dari luar Palestina, sedangkan pintu perbatasan antara Gaza dan Mesir hingga saat ini masih ditutup rapat oleh pihak Mesir.

“Akibatnya tidak satupun bantuan kemanusiaan yang masuk ke Gaza. Lupakan Mesir,” kata laporan Abdillah Onim, wartawan dan relawan Indonesia yang menetap di Gaza kepada bumisyam.com, Kamis (13/03) malam kemarin.

Mesir harus bertanggungjawab atas sulitnya pasien-pasien dari Gaza yang harus dievakuasi melalui pintu Rafah untuk mendapatkan pertolongan medis di negeri piramida itu. Mereka terpaksa harus menunggu untuk jangka waktu yang entah sampai kapan.

Belasan pasien yang menunggu di gerbang pintu Rafah di antaranya adalah orang tua dan anak-anak. Menurut sumber informasi seorang dokter dari Rumah Sakit Naser Khusus Anak, pada Kamis kemarin satu orang anak meninggal dunia di perbatasan Rafah.

“Satu orang anak Gaza berusia tiga tahun kehilangan nyawa setelah menunggu beberapa hari di perbatasan untuk dievakuasi ke Mesir,” kata Onim.

Pemerintah Palestina di Gaza mengimbau kepada rezim Mesir agar membuka pintu Rafah untuk proses evakuasi para korban serta mengizinkan masuknya bantuan kemanusiaan, khususnya obat-obatan dan bahan makanan. Mereka juga mengimbau kepada negara-negara Arab dan dunia Internasional untuk lebih peduli dengan kondisi dan rakyat Gaza.

“Semalam Gaza diguyur hujan lebat. kabut hitam tebal menutupi wilayah Gaza membuat pesawat Israel dan drone Israel kewalahan untuk mencari sasaran pembunuhan. Nasruminallah, Wallahu ‘alam,” pungkas Onim. (UL/bumisyam)

Roket Gaza Luluhlantakkan Pemukiman Yahudi

Penjajah militer ‘Israel’ menembakkan roketnya ke wilayah Bait Hanoun, Gaza bagian Utara, Kamis (13/3) malam atau Jumat (14/3) dini hari waktu Indonesia. Akibatnya, 5 orang warga Bait Hanoun terluka dan dilarikan ke Rumah Sakit Bait Hanoun. Pada waktu yang bersamaan miiter penjajah menggempur Gaza City, namun tak menimbulkan korban.

Abdillah Onim melalui laporan bertajuk Palestine Headline News melaporkan situasi terkini salah satu kawasan Bumi Syam itu langsung dari Gaza.

Setelah gempuran roket itu, beberapa menit kemudian pesawat tempur penjajah ‘Israel’ terbang rendah dan kembali meluncurkan roket ke wilayah utara Beit Lahiya, tepatnya di daerah Selatan dengan sasaran markas militer Palestina.

Serangan ‘Israel’ tersebut dibalas dengan tembakan 6 roket oleh pejuang Palestina dari Saraya Al-Quds dengan sasaran kota di wilayah jajahan ‘Israel’. Informasi dari radio ‘Israel’ menyiarkan, roket Gaza melukai beberapa warga penjajah itu dan meluluh-lantakkan pemukiman Yahudi. Allahu Akbar!

Hingga saat ini antara Gaza dan penjajah ‘Israel’ masih saling serang dengan dengan lontaran roket. (Abdillah Onim/isa/salam-online)

Pesawat Tempur Zionis Gempur Gaza Lagi, Gaza Diambang Perang


Sejumlah pesawat tempur malam kemarin melancarkan serentetan serangan udara ke beberapa titik di Jalur Gaza.

Koresponden Infopalestina di Jalur Gaza  menegaskan, pesawat tempur kemarin melepaskan sejumlah roket ke titik pelatihan militer milik Brigade Alawiyah Nasher Shalahuddin yang terletak di barat Rafah, Jalur Gaza  selatan dan Brigade Al-Qassam, sayap militer Hamas di timur kota.

Beberapa saat kemudian, pesawat tempur Zionis menyerang wilayah kosong dekat markas Badan Intelijen yang pernah dihancurkan oleh 'Israel' beberapa saat lalu.

Pesawat tempur Zionis juga menyerang pos Badr milik perlawanan pejuang di utara Jalur Gaza  dan di barat kota dan menyerang pos pelatihan di kampu Nashr barat dengan dua roket.

Sumber Palestina menegaskan, serangan Zionis itu menyebabkan kerusakan parah namun tidak menimbulkan orang.

Pesawat tempur Zionis kemarin menyerang sejumlah titik pos perlawanan dengan 150 roket lebih.

Serangan ini terjadi beberapa jam setelah ditetapkan gencatan senjata antara kelompok perlawanan dan negara penjajah dengan maintenes Mesir. (bsyr/pip)

Wednesday, 12 March 2014

Israel Panik Pasca Pembunuhan Aktivis Brigade Al-Quds


Penjajah Israel meningkatkan kesiapan pasukannya yang berada di perbatasan jalur Gaza Selasa kemaren sebagai bentuk sikap siaga. Hal itu dilakukan karena ketakutan mereka akan reaksi kemarahan rakyat Palestina atas tewasnya 3 aktivis Brigade Al-Quds pagi itu.

Militer Israel juga telah mengeluarkan perintah tegas kepada para tentara agar selalu stand by di area Iron Dome untuk mengantisipasi datangnya serangan darurat. Menurut beberapa sumber, sulit bagi pasukan Hamas mencegah serangan roket dari area ini.

Sebelumnya penjajah Israel telah melakukan operasi pembunuhan yang menyebabkan tewasnya 6 orang warga Palestina dalam kurun waktu 24 jam. Oleh sebab itu, pemerintah Palestina mengeluarkan peringatan kepada rakyatnya bahwa kejadian ini akan memicu peperangan.(sinaimesir)

Tuesday, 11 March 2014

HAMAS BERHASIL KUASAI PESAWAT DRONE ISRAEL DI RAFAH


Brigade Izzudin Al-Qassam, sayap militer gerakan perlawanan Palestina, Hamas menyatakan, merebut sebuah pesawat pengintai tanpa awak (drone) Israel, yang jatuh di kota Rafah, selatan Jalur Gaza, Selasa.

Kantor Berita Palestina yang berbasis di Gaza City, Al-Resalah, yang dikutip Mi’raj Islamic News Agency,  mengatakan, pesawat drone tersebut digunakan Israel untuk operasi pengintaian dan spionase Israel di daerah Jalur Gaza.

Para pejuang Al-Qassam memperhatikan jatuhnya sebuah drone Israel, Selasa pagi, di dekat jalur penyeberangan Sufa di timur kota Rafah. Bagian dari drone Israel yang ditemukan berjarak 500 meter dari perbatasan dengan Israel.

Para pejuang Palestina mengamankan drone berjenis Sky Rider itu dan membawanya ke wilayah yang dirahasiakan, Ma’an News melaporkan.

Seorang juru bicara militer Israel mengkonfirmasi, drone Sky Rider itu hilang kendali dan jatuh karena kerusakan teknis.

"Sebuah penyelidikan sedang berlangsung," tegas juru bicara militer Mesir yang tidak disebutkan namanya itu kepada harian Israel Ynet.

Pada November 2013 lalu, pejuang Palestina di Jalur Gaza mengklaim telah berhasil menembak jatuh sebuah drone Israel di langit Jalur Gaza Utara. (MINA)

Monday, 10 March 2014

Hamas Memperingatkan Kemampuan Roketnya Telah Diupgrade


Sayap militer kelompok perlawanan Palestina Hamas pada hari Senin berjanji untuk mengambil tindakan terhadap siapa pun yang mengancam Hamas, mengatakan bahwa kemampuan roket yang mereka miliki telah ditingkatkan dan bahwa Hamas telah mengidentifikasi kelemahan dalam pertahanan Israel.

"Siapa pun yang berhadapan dengan Hamas dan berbuat tidak adil, akan menjadi target penyerangan (Hamas)," Hammam Nesman, anggota terkemuka dari Ezzeddin A Qassam, mengatakan dalam konferensi pers di Jalur Gaza utara.

"Kami tidak lemah ... dan kesabaran kami sudah habis," katanya.

Meskipun Nesman tidak menyebutkan nama musuh dalam pernyataannya, peringatan (dari Hamas) keluar hanya beberapa hari setelah pengadilan Mesir melarang semua kegiatan kelompok (Hamas) di Mesir.

Nesman juga mengatakan kelompoknya telah berhasil meningkatkan kemampuan roket dan telah dapat mengidentifikasi kelemahan strategi Israel.

"Hamas mampu menghantam Israel dengan fatal dan langsung mengarahkan serangan ke intinya," tegasnya.(worldbulletin)

Dunia Membenci 'Israel'

Jihad Khazin
Parlemen Knesset 'Israel' mengeluarkan keputusan undang-undang yang menganggap kelompok Kristen Arab di bawah penjajah adalah kelompok minoritas yang terpisah dari kaum Muslimin Arab. Undang-undang ini rancangannya disampaikan oleh aleg Yarev Leivin, ketua koalisi Likud – Betena. Atau ketua koalisi teroris Nazis Baru dengan pimpinan Benjemen Netenyahu dan Avigdor Lieberman yang samuanya berasal dari Eropa bangsa Khazar.

Seribu teroris tidak akan bisa memisahkan Palestina dan kaum muslimin dan Kristen. Hari ini semua konferensi dan penegasan resmi Palestina telah melawan penjajah Zionis dan segala produk kejahatannya termasuk dari gereja Kristen; Kristen Arab Ghassasinah berada di Al-Quds sebelum Islam, raja-raja Ghasasinah berkuasa di wilayah Golan. 1400 tahun yang lalu, Khalifah Umar Al-Faruq mengusir Yahudi dari Al-Quds dan menyerahkan kunci-kunci Gereja Al-Qiyamah kepada sahabat Murafiq yang berasal dari keluarga Nusaibah saat ini. Maka Ibnu Nusaibah yang muslim membuka gereja Kristen di dunia di pagi hari dan menutupnya di sore hari.

Itulah sejarah benar dan tidak sejarah lain. Sejarah itu tidak akan dirusak oleh bangsa Khazar. Ramallah pernah menjadi kota Kristen dan wilayah tetangganya Birah merupakan kota Muslim. Ada perjanjian tersumpah antara keluarga Muslim dan Kristen dari kedua kota dan tidak merusak hidup kebersamaan mereka.

Perlu diingat bahwa pekan ini adalah Pekan Aparteid 'Israel'. Dunia memboikot 'Israel'. Investasi akan banyak ditarik dari 'Israel', mencakup perguruan tinggi Eropa setelah sudah dimulai di sejumlah perguruan tinggi Amerika. Semua membenci 'Israel' dan faktornya sudah sangat jelas seperti matahari di siang hari. Hanya saja, para penyeru penjajahan, pembunuhan dan pengusiran menilai bahwa penentang 'Israel' adalah golong Anti Semit. Mereka mendasarkan sebuah studi bahwa Dewan Pusat Yahudi di Jerman menerima selama 10 tahun sebanyak 14 ribu surat yang menggambarkan kebencian kepada 'Israel'. Haaretz melansir sebagian surat itu. Sebagian contohnya surat itu berbunyi, “Apakah mungkin bahwa membunuh anak kecil sesuai dengan tradisi kalian??” Apakah perkataan ini Anti Semit? Di Intifadah II, sebanyak 1500 anak Palestina di bawah umur atau di bawah usia 15 tahun dibanding hanya 135 anak 'Israel' di bawah umur atau 10 banding 1. Saya tidak menuding Yahudi dunia membunuh anak Palestina, namun saya menuding 'Israel' dan para pemimpinnya yang semuanya adalah teroris.

Bahkan Jerman sendiri tidak bisa tinggal diam dari kejahatan 'Israel'. Penasehat politik Angelia Mircel pernah melakukan kunjungan resmi dalam rangka 50 tahun hubungan diplomasi dengan 'Israel'. Namun sebelum tiba di 'Israel', Menlu Jerman Frank Filter Stainmer di Madrid mengecam pembangunan pemukiman Yahudi dan ia anti proses damai.

Mereka yang anti Semit jika disebut anti Yahudi, maka penyebabnya adalah 'Israel' dan kejahatannya. Bukan pelajar di Amerika atau politisi kanan atau kiri di Eropa. Jika yang menilai masalah ini adalah Richard Falk yang seorang Yahudi, maka pada November tahun lalu Majlis Umum PBB telah memutuskan untuk menetapkan tahun 2014 sebagai “Tahun Solidaritas untuk Bangsa Palestina”. Di bulan ini Falk mengirimkan laporan finish kepada Majlis HAM PBB setelah bekerja selama enam tahun dan bertugas di wilayah Palestina. Ia mengatakan, politik 'Israel' di Tepi Barat  dan Jalur Gaza  adalah bagian dari system apartheid karena perlakuan kasar dan represif secara sistematis dan menyita tanah-tanah warga Palestina. Ia menyerukan kepada negara-negara anggota PBB untuk belajar menerapkan larangan masuknya produk-produk pemukiman Yahudi.

El-Hayat, London

Saturday, 8 March 2014

Hamdan: Larang Hamas di Mesir Sebuah Kemunduran Sejarah


Usamalah Hamdan, pemimpin gerakan Palestina memandang keputusan pengadilan Mesir yang melarang aktivitas Hamas adalah keputusan sangat politis dan merupakan kemunduran sejarah bangsa tersebut dalam mendukung masalah Palestina dan senantiasa berpihak kepada bangsa Palestina.

Dalam keteranganya pada stasiun televisi Aljazeera, Sabtu (8/3) mengatakan, keputusan tersebut menggambarkan kudeta atas sikap sejarah bangsa Palestina dan ummat Islam dalam menghadapi masalah Palestina sejak tahun 1948,1956,1967 dan 1973.

Ia menambahkan, pemerintah rezim telah menjadikan Zionis sebagai sahabatnya dan menjadikan perlawanan sebagai teroris, tanpa memperhatikan realitas bahwa yang pantas di sebut teroris adalah tentu entitas Zionis dan para pendukungnya. Pengadilan ini juga tak memperhatikan bangsa dengan segala permasalahanya. Jelas keputusan tersebut sangat politis tidak ada hubungan dengan masalah sebenarnya.

Keputusan pengadilan Mesir dikeluarkan tanpa meminta keterangan terlebih dahulu dari gerakan Hamas. Mereka hanya berasumsi dan tudingan semata

Bahkan fakta menunjukan, sejumlah nama yang disebut-sebut terlibat dalam kerusuhan di Mesir adalah mereka yang sudah meninggal syahid beberapa waktu sebelum 25 januari lalu. Bangsa Palestina dan perlawanan dituding telah melakukan kekerasan. (asy/PIP)