Saturday, 29 March 2014

Maaf Pak Jokowi, Saya Mantap Pilih PKS

Oleh : Arif Atul Mahmudah Dullah

Seandainya ada partai “lama” yang “lebih bersih” dari PKS, saya akan memilih partai tersebut. Tapi tidak ada,

15 tahun menjadi partai, hanya ada 1 kadernya yang korupsi (dengan semua kontroversi kasusnya), bagi saya itu luar biasa

Bahkan dalam logika saya: “Coblos caleg mana saja di PKS, hati lebih tenang, peluang mereka korupsi sangat kecil

Berbeda dengan partai “biru”, berkuasa 10 tahun tapi korupsinya minta ampuun.

Juga bukan partai “kuning”, yang kasus korupsi kadernya menempati urutan kedua nasional

Apalagi partai “merah”. Selalu oposisi, tapi merekalah “pemenang” korupsi di negeri ini. Bagi saya ini anomali luar biasa

PKS mungkin menjadi musuh bagi para koruptor. Karena mereka “mengganggu” aktivitas normal mereka

Anomali juga terjadi pada mereka yang terus berteriak berantas korupsi, tapi dukung dan milih caleg dari partai korup

Itulah anomalinya. Anda coblos caleg nomor urut berapapun di PKS, insya Allah hati saya tenang. Mereka tidak akan korupsi. Itu yakin saya

Tapi saya akan bingung menentukan, caleg mana yang harus saya pilih dari partai yang kadernya banyak terlibat korupsi. Saya akan ragu untuk memastikan mana dari caleg-caleg partai itu yang tidak akan korupsi.

Partai-partai itu boleh menjanjikan yang indah-indah setelah mereka berkuasa, tapi “rekam jejak”, track record” takkan bisa berdusta.

Jadi malam ini, dengan mengucapkan bismillah….saya #MantapPilihPKS

Juarai Microsoft Education Global, Kader PKS Harumkan Nama Indonesia


Nama Indonesia kembali bergema di kancah internasional berkat prestasi yang diraih seorang guru SMP dalam Microsoft in Education Global Forum yang berlangsung 11-14 Maret 2014 di Barcelona, Spanyol.

Dia adalah Saara Suaib Hanafi, Guru SMP Islam Al Azhar 9. Saara Suaib adalah anggota dari tim pemenang bersama 5 guru lainnya yang berasal dari Kanada, Slovakia, Perancis, Kenya dan Argentina. Tim ini bekerja sama untuk memecahkan solusi Millennium Development Goal dalam kompetisi Learn-a-thon untuk kategori Kesetaraan Gender.

Learn-a-thon merupakan aktivitas 24-jam di mana para guru dibagi ke dalam kelompok-kelompok dengan rekan mereka dari berbagai belahan dunia untuk merancang kegiatan pembelajaran yang menampilkan penggunaan teknologi inovatif dalam tiga Millennium Development Goals: Kemiskinan, Keberlanjutan dan Kesetaraan Gender.

"Berkompetisi dalam Learn-a-thon menggabungkan dua semangat hidup saya – memecahkan tantangan pendidikan dan menggunakan teknologi dengan cara baru – dan saya merasa bangga, prestasi ini telah diakui oleh Microsoft," kata Saara Suaib.

Kertapradana Subagus, Public Sector Director Microsoft Indonesia mengatakan, Microsoft in Global Education Forum adalah salah satu acara teknologi pendidikan terdepan di dunia, yang telah tumbuh 25 persen per tahunnya. Demikian berita dari liputan6 online.

Saat admin @pkspiyungan menghubungi Saara Suaib Hanafi via akun facebooknya, kader akhwat PKS Bekasi Selatan ini menyatakan bahwa dirinya merupakan satu diantara Tiga Srikandi Guru yang mewakili Indonesia dalam ajang yang diikuti lebih 97 negara di dunia ini.Bagi Saara, kemenangan pada Microsoft Global Forum 2014 untuk tantangan Learn a-thon merupakan sebuah bukti bahwa pekerjaan yang dilakukan sebagai amanah dengan kerja, cinta dan harmoni akan berbuah pada sebuah prestasi yang luar biasa.

Saara berharap prestasi ini tidak saja membawa dampak positif pada kualitas dan semangat guru-guru Indonesia juga pada kualitas anak didik yang siap untuk tantangan abad 21.

Hal inilah yang akan terus dikembangkan oleh Saara sebagai seorang pendidik. Harapan menjadikan murid-muridnya sebagai peserta didik yang siap menyongsong masa depan dengan kualitas terbaik untuk Indonesia bermartabat. Demikian ungkap Saara mengakhiri ‘wawancara’ via facebooknya.(pkspiyungan)

Wah, Beredar Pesan Dari Penumpang MH370 Mengaku Dibajak


Ketika misteri pesawat Malaysia Airlines MH370 belum terungkapkan, tiba-tiba saja muncul kabar menghebohkan dari forum dan komunitas di internet, ketika beredar permintaan tolong dari orang yang mengaku salah satu dari penumpang MH370 tersebut.

Pesan tersebut beredar di forum 4plebs.org, per 19 Maret 2014, atau 11 hari setelah pesawat dinyatakan hilang. Pesan yang ditulis dari ‘anonymous’ itu mengaku bernama Philip Wood yang menulis judul postingannya 'Help' atau tolong.

Berikut pesan yang disampaikan orang tersebut.

“Saya telah disandera oleh anggota militer yang tidak diketahui identitasnya, setelah pesawat yang saya tumpangi dibajak (Mata tertutup). Saya bekerja di IBM dan saya menyembunyikan ponsel saya di bawah bokong saya selama pembajakan terjadi. Saya telah dipisahkan dari penumpang lain, dan saya ditempatkan dalam sel. Nama saya Phillip Wood, dan saya rasa saya telah dibius, karena saya tidak bisa berpikir dengan jernih,”

Namun, belum diketahui apakah pesan yang kini beredar di berbagai media sosial dan forum komunitas itu adalah hoax atau bukan. Phillip Wood sendiri berdasarkan manifest Malaysia Airlines memang tercatat sebagai salah satu penumpang pesawat dengan rute Malaysia-Beijing itu. (beforeitsnews.com)

Wuiiih Keren Bener, #BekasiPilihPKS Jadi TT Twitter Indonesia


PKS hebohkan jagad twitter dengan menembus Trending Topic (TT) di Twitter Indonesia, hanya setengah jam dari dimulainya kampanye PKS di 3 titik yaitu: GOR Kota Bekasi, (Tambun Selatan dan Cikarang Barat) Kabupaten Bekasi.

Setelah berhasil membuat #SayaPilihPKS #JabarPilihPKS #SumutPilihPKS menembus Trending Topic Indonesia beberapa waktu lalu, PKS kembali buat kejutan. Kali ini datang dari wilayah Bekasi yang lingkupnya adalah Kota/Kabupaten. Kampanye PKS di Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi (29/03/2014) yang dimulai pukul 08.00 berhasil menempatkan #BekasiPilihPKS menjadi Trending Topic pada pukul 10.00.

Banjir kicauan Twitter masih terus memenuhi jagad Twitter Indonesia. Biasanya, tren ini akan bertahan minimal satu hari ketika acara berlangsung. Namun (TT) ini tidak berlangsung lama namun terus kobarkan Semangat Indonesia, #BekasiPilihPKS!. [hs/www.pksciktim.org]

LIMA Paparkan Kebijakan PDIP Jual Aset Negara Saat Berkuasa


REKAM jejak Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menjual aset negara saat menjadi Presiden terus mendapatkan sorotan. Kali ini kritik itu datang dari Direktur Lingkar Madani untuk Indonesia (LIMA) Ray Rangkuti.

Ray memaparkan beberapa kebijakan Megawati saat berkuasa. Di antaranya outsourcing kaum buruh yang sampai saat ini menyisakan sakit hati bagi wong cilik. Lalu kasus Bantuan Likuidasi Bank Indonesia (BLBI), penjualan Indosat, penjualan kapal tanker VLCC milik Pertamina dan kemudian pihak Pertamina harus menyewa dengan harga mahal. Dilanjutkan dengan penjualan aset yang dikelola BPPN ke pihak asing, dan banyak kelemahan lain.

“Belum lagi dilepasnya Sipadan dan Ligitan dari Indonesia. Itu semua terjadi pada masa pemerintahan Megawati, sangat banyak kelemahannya,” ujarnya saat dihubungi wartawan di Jakarta, Jum’at (28/3).

Alumnus IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu menegaskan kalau nanti PDI Perjuangan menang dalam pertarungan politik, belum dapat dilihat apakah partai ini akan memperbaiki kesalahan dan kelemahan saat memerintah dulu.

“Kita juga tidak tahu apa isi kepala calon presiden yang diusung PDI Perjuangan,” ujarnya.

Sebelumnya Gurubesar Ekonomi Universitas Indonesia, Taufik Bahauddin juga melontarkan pandangannya terkait upaya PDIP untuk kembali berkuasa.  Skandal fasilitas Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) di masa rezim pemerintahan Megawati Soekarnoputri dikhawatirkan bisa kembali terulang jika PDI Perjuangan menjadi penguasa.

Padahal dalam skandal fasilitas BLBI, banyak pengusaha yang disebut-sebut menikmati penyalahgunaan fasilitas tersebut.

“Bisa saja terulang kalau PDIP berkuasa lagi. Kan bukan BLBI saja. Jual Indosat, jual kapal tanker VLCC Pertamina, jual gas murah ke China. Nanti bentuknya bisa lain lagi,” ujar Taufik.

Bisa terulang, kata Taufik, berdasarkan pada kualitas berpikir pemimpinnya. Sudah menjadi rahasia umum jika Jokowi sangat manut terhadap apapun yang diperintahkan Megawati.

“Putusan seseorang adalah gambaran kualitas berpikirnya. Itu semuanya kan nyangkut ke korupsi. Kalau pola berpikirnya seperti itu, nilai-nilainya tidak berubah. Merasa malu tidak? Kan kira-kira begitu,” tutur Taufik. [pz/Islampos]

Koran Sindo : semua lembaga survey akui ekektabilitas PKS terus naik


Koran Sindo merilis survey terbarunya 27 maret 2015 menempatksn PKS sudah diatas 6%, bahkan survey lainnya menempatkan PKS sudah diatas 12%.

 Para pengamat pilitik : Sesungguhnya semua lembaga survey akui ekektabilitas PKS terus naik, bahkan ada beberapa lembaga survey menempatkan PKS di 3 besar, khususnya di DKI, Jabar, Banten, NTB, Kaltim, Kalbar, Sulawesi, dll.

Menurut Chodari ; PKS akan terus dipilih dan dicintai serta akan menjadi partai terbesar di negeri ini jika terus melakukan kaderisasi khususnya u anak muda.  Karena kehabatan PKS adalah kaderisasi dan soliditas yang tidak tertandingi.(detik59)

Keunikan Kampanye PKS

Oleh : Achmad Siddiq

Masa-masa Kampanye Pemilu Legislatif hampir mendekati akhir waktu. Suasana gegap gempita kampanye mewarnai rangkaian “pesta demokrasi” lima tahunan ini. Semua partai politik berlomba-lomba mengerahkan seluruh kekuatannya untuk menarik simpati rakyat mendukung mereka, khususnya hadi dalam kampanye. Dari rangkaian kampanye parpol dalam pemilu legislatif 2014, kampanye yg penuh sesak diberbagai kota adalah kampanye PKS.

Partai Keadilan Sejahtera langsung menggebrak dengan membuktikan dirinya satu-satunya parpol yang mampu mengerahkan massa terbesar sepanjang kampanye politik dalam era reformasi ini. Sebanyak lebih dari 150 ribu lebih massa menyesakkan Gelora Bung Karno (GBK) pada kampanye perdana PKS di Jakarta, minggu 16 Maret 2014. Dengan massa yang mencapai hamir 200 ribu ini, massa PKS mengikuti kampanye dengan tertib terbukti tak ada keributan dan lapangan rumput pun aman tidak rusak meski tidak ditutup pelindung.

Sampai saat ini, parpol lain yang ingin mengikuti jejak PKS tidak mampu memenuhi tempat kampanye mereka. Sebut saja Kampanye Partai Gerindra yang menurut rilis beberapa media menghabiskan dana yang sangat besar ini. Massa yang hadir dalam kampanye Gerindra tanggal 23 Maret ini, tidak mampu memenuhi seluruh kursi yang ada di GBK. Padahal Prabowo Subianto sudah menampilkan kekuatan yang tidak main-main di acara ini. Panitia harus menutup lapangan rumput dengan pelindung agar tidak rusak oleh massa kampanye Gerindra. Entah mengapa ini berbeda dengan kampanye PKS yang membiarkan lapangan rumput tidak dilindungi.

Kemarin, 28 Maret 2014 Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) mencoba mengerahkan massa di Istora Senayan Jakarta dengan kapasitas ruangan memuat Sembilan ribu orang. Pada kenyataannya massa PKPI yang menhadirkan Sutiyoso, Ketua Umum PKPI tidak bisa memadati gedung olahraga ini. Kampanye massa PKS tidak hanya membludak di GBK Jakarta, tapi juga di kota-kota lain, setidaknya di kota besar di Indonesia. Beberapa liputan media menyebutkan hal demikian, bahwa setiap PKS Kampanye di kota-kota di Indonesia, massa yang datang selalu ramai. Uniknya keramaian kampanye PKS ini tidak ditemukan insiden keributan massa. Orang cacat pun juga aman mengikuti kampanye (Baca : Kampanye PKS, Ibu Penyandang Disabilitas Ini Sampai Digendong Naik Pangggung  http://de.tk/VzEGwB ) Kendaraan yang datang untuk kampanye diatur sedemikian rupa agar tidak menimbulkan kemacetan parah.
Massa kampanye PKS juga mengikuti acara dengan tertib. Bahkan di Jogja, kampanye PKS memisahkan massa laki-laki dan perempuan dalam kelompok terpisah. Ternyata kampanye di Jogja dimulai dengan shalat ashar berjamaah di lapangan Maguwoharjo, Sleman. Demikin pula yang dilakukan massa Kampanye PKS di Banda Aceh, di tengah acara kampanye, mereka tidak lupa menunaikan shalat.
Kampanye PKS di Sleman Jogja diawali shalat Ashar (sumber twisee.com)

Massa Kampanye di Aceh shalat Ashar (antara foto)
Keunikan kampanye PKS lainnya nampak dari upaya panitia kampanye membersihkan arena kampanye setelah acara usai. Sampah-sampah dikutip dan dikumpulkan pada tempat sampah oleh relawan kampanye PKS. Mereka,  relawan “operasi semut” tetap bekerja meski hujan lebat mengguyur. Kampanye “bersih”  Ini merupakan ciri positif PKS tidak hanya dalam kampanye pemilu tapi juga dalam aksi-aksi massa lainnya, dimana sampah tidak dibiarkan berserakan pada bukan tempatnya.
Membersihkan sampah saat hujan deras usai kampanye PKS (relawan foto PKS)
"Pasukan Semut" di Kampanye PKS
Tim kebersihan Kampanye PKS di GBK (relawan foto PKS)
Keunikan lainnya dari Kampanye PKS adalah adanya area penitipan dan tempat bermain anak di luar tempat kampanye. PKS mengaktifkan area penitipan anak usai mendapat peringatan dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pada awal kampanyenya yang masih melibatkan anak-anak. PKS merespon peringatan Bawaslu tidak dengan debat dan protes keras, namun dengan mencoba mematuhi aturan penyelenggara pemilu dengan tetap mewadahi anak-anak di tempat aman dan nyaman. Sebaliknya kampanye partai-partai lain masih banyak yang mengabaikan aturan KPU agar tidak melibatkan anak-anak dalam kampanye.
Tempat Penitipan dan Bermain Anak di sekitar lokasi Kampanye PKS di Medan 26/3/2014 (tribunnews foto)
Mengapa Kampanye PKS selalu disambut antusias pendukung-pendukungnya meski tanpa ada artis dan hiburan dangdut? Padahal hampir semua kampanye massa parpol mendatangkan artis dan hiburan dangdut agar dapat menyedot massa besar. PKS justru memiliki pendekatan lain dengan memanfaatkan kader dan simpatisannya untuk menyuguhkan hiburan lain yang tidak kalah menarik dan kreatif. Bagaimana PKS mampu ‘menghibur’ massa yang hadir kampanye?


Pertama, sosok Presiden PKS, Anis Matta yang memiliki daya tarik bagi kader dan simpatisan PKS. Gaya ala anak muda Anis Matta dengan celana jeans dan kaos membuat gayanya dekat dengan anak muda. Belum lagi orasi-orasinya yang mampu membangkitkan massa bersemangat untuk mendukung PKS meraih target masuk 3 besar dalam pemilu. Selama orasi lebih kurang 15 menit itu, para kader dan simpatisan terus bergemuruh menanggapi setiap kalimat Anis. Meskin hujan rintik sempat turun, Anis masih bisa berdiri dan berorasi menyemangati kader dan simpatisan PKS.Berita lainnya menyebutkan bahwa dalam kampanyenya, PKS juga menyuguhkan hiburan yang menampilkan kader mereka. Simak liputan Koran Singgalang yang menyebutkan Gubernur Sumatera Barat menghibur massa kampanye di Padang dengan menabuh drum. Belum lagi hiburan lain yang menampilkan grup-grup musik dan kesenian lain yang tumbuh di komunitas pendukung PKS.

Tak hanya panitia kampanye yang mampu menghibur massa dalam kampanye PKS, tapi juga massa kampanye itu sendiri. Massa yang datang di Kampanye PKS juga mengekpresikan dukungan mereka dalam bentuk tampilan-tampilan unik seperti berpakaian ala superhero, tokoh kartun anak-anak upin-ipin, pocong dan robot. Tampilan rambut, cat di badan, pakaian unik dan aksi freezmob juga diperagakan oleh massa PKS untuk menyemarakkan kampanye. Hasilnya Kampanye PKS mirip karnaval yang membuat massa terhibur.
Tak hanya untuk Hiburan, Kampanye PKS juga menyentuh aspek kemanusiaan. Ajang berkumpulnya massa yang sangat banyak juga digunakan PKS untuk mengumpulkan dana amal. Contohnya yang diberitakan oleh Republika Online, dimana Kampanye PKS di Semarang juga digunakan untuk menggalang donasi kepedulian untuk Satinah.

Bagaimana PKS mampu mendatangkan massa hingga mencapai hampir dua ratusan ribu? Besarkah dana kampanye PKS? Apakah PKS mampu bisa membayar massa untuk datang ke Kampanye?

Dalam sebuah liputan tentang Dana Kampanye parpol di Bloomberg TV (Jumat, 28/3/2014), disebutkan bahwa PKS hanya memiliki dana kampanye sebesar 82.4 M. Dana sebesar itu menempati peringkat ke-7 dari dana kampanye yang digunakan partai lain, dimana Gerindra adalah partai dengan dana kampanye terbesar. Dalam liputan tersebut disebutkan oleh Anis Matta bahwa dana kampanye PKS berasal dari patungan sumbangan kader. Ada yang menanggung konsumsi, ada yang menanggung bus dan ada yang menyumbang uang.

PKS masih meyakini bahwa kampanye massa merupakan sarana menyampaikan visi dan misi partainya kepada masyarakat pemilih secara efektif. Kemampuan PKS mengerahkan massa yang banyak menunjukkan bahwa kader-kader PKS mampu menarik minat massa untuk hadir ke acara kampanye. PKS ingin menunjukkan kepada partai lain bahwa mereka memiliki kemampuan manajerial yang handal dalam mengelola aksi massa yang tertib, aman, bersih dan menghibur.

Dengan dana yang tidak besar, membayar massa dengan sejumlah uang rasanya sangat berat dilakukan PKS. Bukankah partai lain juga ada kampanye di hari yang sama? Tapi mengapa massa yang membludak ada di Kampanye PKS? Tanpa artis apalagi goyangan erotis dari penyanyi dangdut, magnet massa di Kampanye PKS, menjadi fenomena yang menarik untuk diulas lebih dalam.

Kampanye yang banyak massa bukan jaminan akan membuat parpol akan sukses dalam pileg 9 April nanti. Tapi dengan Kampanye yang diminati banyak orang, setidaknya dapat menjadi sarana berkumpul kader, konsolidasi, menumbuhkan semangat kader dan simpatisan sebuah parpol untuk bangga dan selanjutnya melanjutkan promosi partainya langsung ke pemilih.

Semoga masa kampanye pileg berlangsung aman dan damai, dengan massa banyak maupun sedikit.

Salam damai!